Lebih lanjut Dwi Satriyo menerangkan, kegiatan lomba juga diikuti oleh seluruh karyawan, anak perusahaan/yayasan Petrokimia Gresik dan kontraktor.
Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi langkah manajemen Petrokimia Gresik untuk melihat kesiapan dan keterampilan karyawan, anak perusahaan dan kontraktor dalam rangka menghadapi kondisi darurat, guna mencegah terjadinya kerugian terhadap sumber daya dan properti di Petrokimia Gresik.
"Keterampilan ini sangat penting, mengingat Petrokimia Gresik memiliki 31 pabrik dengan kapasitas produksi jutaan ton per tahun dan menempati areal lahan seluas lebih dari 550 hektare. Oleh karena itu, aspek K3 menjadi sangat penting dalam menjalankan bisnis atau industri dengan kompleksitas tinggi seperti di Petrokimia Gresik,” jelas Dwi Satriyo.
Ia mengatakan keselamatan dan kesehatan kerja bukanlah tanggung jawab satu departemen, melainkan tanggung jawab semua
"Guna meningkatkan pemahaman dan implementasi K3 di lingkungan perusahaan, harus dilakukan kolaborasi untuk keselamatan berkelanjutan. Sebab keselamatan dan kesehatan kerja bukanlah tanggung jawab satu departemen, melainkan tanggung jawab semua. Dengan demikian keberlangsungan Petrokimia Gresik semakin terjamin," tutup Dwi Satriyo.
Artikel Terkait
MIND ID Buka Lowongan Magang dengan Satu Posisi, Kamu Bisa Langsung Daftar Program Magang BUMN Ini Secara Online, Caranya Mudah
Upaya Jadi Perusahaan Energi Kelas Dunia yang Peduli Lingkungan, PTBA Pacu Inovasi dan Pengembangan Usaha
Pantai Tanjung Kelayang, Kepingan Surga di Kabupaten Belitung yang Suguhkan Pemandangan Luar Biasa
PIEP Berikan Dukungan Pendidikan Non Formal bagi Anak-anak Pekerja Indonesia di Kuala Lumpur