”Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan pemerintah daerah atas kontribusi PHM dalam mendukung pengembangan ekonomi dan masyarakat di wilayah Kukar, sekaligus kinerja baik program ini dalam mendorong pencapaian SDGs khususnya Tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan Tujuan ke-14 terkait ekosistem lautan,” ujar Dony.
Head of Communication Relations & CID PHM Frans Alexander A. Hukom menjelaskan bahwa program Komik Pesut dilaksanakan di Desa Pela yang bertujuan mendukung pelestarian Pesut Mahakam yang saat ini berstatus critically endangered, atau sangat terancam punah, dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN Red List).
“Program Komik Pesut Mahakam yang berbasis lingkungan kami sinergikan dengan pengembangan Desa Wisata Pela sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konservasi sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah ini,” kata Frans.
Dalam pelaksanaannya, PHM berkolaborasi dengan Pokdarwis Bekayuh Baumbai Bebudaya, sebagai pengelola Desa Wisata Pela yang aktif dalam menjaga keberadaan Pesut Mahakam; Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI); pemerintah setempat; serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
PHM bersama RASI dan Pokdarwis mendorong masyarakat nelayan untuk mengurangi penggunaan alat tangkap yang dapat mengganggu Pesut Mahakam, salah satunya dengan penggunaan inovasi Pinger Akustik.
Alat ini merupakan modifikasi resonansi suara yang dipakai dalam proses seismik, berupa perangkat elektronik kecil yang mampu mengeluarkan suara pulse (ultrasonic) agar Pesut tidak mendekat ke jaring nelayan.
Pinger akustik dipakai nelayan dengan dikaitkan pada jaring nelayan. Alat ini mengeluarkan sonar yang frekuensinya dapat didengar oleh Pesut sehingga Pesut tidak akan mendekat ke jaring nelayan.
Pesut mempunyai kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan/bahaya dengan menggunakan gelombang ultrasonik.
Inovasi ini mampu menurunkan jumlah Pesut yang terjerat jaring nelayan, dari semula 66% di tahun 2020 menjadi 0% di tahun 2023.
Capaian signifikan ini mendukung pelestarian Pesut Mahakam yang keberadaannya saat ini hanya tersisa 65-75 ekor.
Selain itu, program Komik Pesut mendukung pengembangan Desa Wisata Pela. Pada Oktober 2023, Desa Pela ditetapkan sebagai Member of The Best Tourism Village Upgrade Programme 2023 United Nation World Tourism Organization (UNWTO) dan menjadi salah satu di antara 20 desa yang menerima penghargaan internasional ini dari UNWTO.
Artikel Terkait
Elnusa dan PHM Kolaborasi untuk Kembangkan Combo Unit Pertama di Indonesia
PHM Tingkatkan Keandalan Operasi Melalui Pemeliharaan Terencana
PHM Tingkatkan Produksi Migas WK Mahakam Demi Kebutuhan Energi Nasional
Terus Tunjukkan Kinerja Positif, PHM Catat Rekor Pengeboran Sumur di Wilayah Mahakam
PHM Catatkan Kinerja Keselamatan Unggul 12 Tahun Tanpa Kecelakaan Kerja di Lapangan Bekapai