“Kemandirian adalah esensi pembangunan deterrent effect. Dengan memiliki kemandirian, kita dapat melaksanakan produksi, pemeliharaan memberikan dan mendukung kesiapan operasi bagi TNI AL, Hal ini menjadikan kapal selam sebagai aset yang tidak hanya tangguh tetapi juga berkelanjutan” tuturnya ditemui di sebuah kesempatan.
Melihat kemajuan teknologi kapal selam, terutama dalam teknologi Air Independent Propulsion (AIP), teknologi baterai liquid acid ke lithium-ion battery (LIB) serta Autonomous, PT PAL Indonesia sedang menyesuaikan visi pembangunan fasilitas kapal selam dalam rencana PMN 2021.
PT PAL selaku galangan harus bisa mendukung dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan alutsista modern.
Baca Juga: Kinerja ESG, Dekarbonisasi Pertamina Lampaui Target 124%
Hal ini penting untuk memastikan bahwa PT PAL tetap menjadi pemimpin dalam penguasaan teknologi kapal selam kedepannya.
Dalam menghadapi dinamika dan kemajuan teknologi, PT PAL Indonesia tengah melakukan penyesuaian untuk memilih teknologi terbaik, termasuk teknologi AIP dan baterai kapal selam yang akan mempengaruhi terhadap waktu menyelam lebih lama.
Serta kapal selam akan memiliki kemampuan tempur yang lebih handal.
Pada tahun 2024, PT PAL mendapat kepercayaan melanjutkan proyek yang berkesinambungan sampai dengan tercapaianya target Indonesia Emas 2045.
“Bersama dengan stakeholder, PT PAL Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pertahanan maritim Indonesia, menjaga keamanan negara di tengah tantangan global yang semakin kompleks” tutup Laksma TNI Wiranto.
Artikel Terkait
Beli Token Listrik Lewat Kartu Kredit BNI di Mobile Banking Dapat Cashback 75 Persen, Promo Bank BNI Ini Berlaku Sampai Akhir Januari 2024
Kolaborasi dengan Pegadaian, BRI Hadirkan Tabungan Emas di BRImo, Bisa Investasi Logam Mulia Mulai Rp10 Ribu
Sambut HUT ke 63, Hutama Karya Kembali Gelar Lomba Jurnalistik hingga Foto untuk Masyarakat Umum
Seharian di Desa Wisata Nglanggeran, Ide 4 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan, Mendaki Gunung Api Purba hingga Memerah Susu Kambing Etawa