Dari perjalanan normal hingga mengatasi kendala-kendala yang mungkin terjadi seperti gangguan sistem, objek asing, sinyal, dan perubahan cuaca.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa masinis siap mengoperasikan Kereta Cepat Whoosh dengan keahlian yang dibutuhkan
Selain melakukan praktik pada simulator, para masinis juga secara bergantian mulai mengikuti kegiatan langsir EMU di area Depo Tegalluar dan perjalanan kereta Comprehensive Inspection Train rute Jakarta-Bandung pp.
Kegiatan tersebut dilakukan setiap pekan untuk memahami lintasan dan karakteristik jalur yang nantinya akan dioperasikan.
Baca Juga: KCIC Berkolaborasi dengan Bank dalam Negeri untuk Lakukan Transaksi Keuangan di Indonesia
Setelah pelatihan praktik selesai, calon masinis Whoosh menjalani Job Training dan selanjutnya akan mengikuti sertifikasi yang ditetapkan oleh regulator.
Eva mengatakan, “Pelatihan ini adalah langkah konkret dalam mempersiapkan SDM Indonesia menguasai teknologi terkini pada kereta cepat.”
“Dengan ini, harapannya SDM tanah air siap mengoperasikan kereta cepat tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia,” tutup Eva.***
Artikel Terkait
Kereta Api Cepat Jadi Objek Vital Nasional, GM Corporate Secretary KCIC Ajak Masyarakat Jaga Aset Bangsa Ini
Masa Pakai hingga 100 Tahun, KCIC Perketat Pembangunan Prasarana KA Cepat dengan Aman dan Teliti
KCIC: QR Code Tiket Kereta Cepat Tidak Bisa Digunakan Lagi Bila Penumpang Mencetak Tiket Fisik
Dukung Pelaksanaan Laga Bola Dunia, KCIC Sediakan Shuttle Bus Gratis di Stasiun Kereta Cepat Tegalluar Menuju Stadion Si Jalak Harupat
KCIC Paparkan Pencapaian Kereta Cepat Whoosh dalam World Railway Cooperation and Development Forum di China