Sebanyak 10.000 bibit ditanam di ladang atau pekarangan warga dimana setiap warga atau KK mendapatkan 9-12 bibit pohon.
Iwan menerangkan, keterlibatan masyarakat tidak terbatas pada kegiatan penanaman saja.
Program penanaman ini memiliki manfaat bagi perekonomian bagi masyarakat dimana daun dari tanaman energi dapat digunakan untuk pakan ternak sementara sebagian rantingnya setelah 3 tahun penanaman dapat dijual ke PLN EPI untuk biomassa.
“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menanam jenis tanaman biomassa dan menambah manfaat bagi masyarakat terutama peternak lokal," sambung Iwan.
Lebih lanjut Iwan menegaskan, demi memastikan program ini berjalan dengan lancar, PLN EPI turut menggandeng Gabungan Kelompok Tani Mulya dari Gombang dan Gabungan kelompok Tani Asem Mulyo dari Karang Asem, Gunung Kidul, DIY dalam menjamin kelangsungan dan perawatan pohon Tanaman Energi.
"Program tersebut merupakan bentuk dukungan PLN EPI melakukan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan bentuk komitmen PLN EPI dalam menjalankan bisnis penyediaan energi primer yang selalu mengedepankan environmental, social, dan governance (ESG) dan konsisten melaksanakan Sustainable Developement Goals atau SDGs," pungkas Iwan.***
Artikel Terkait
Jadi Energi Alternatif Transisi Energi PLN EPI Gandeng Perusahaan Jepang Perkuat Rantai Pasok LNG dan Green Energy di Indonesia
PLN EPI Tetapkan Ini Lima Langkah Strategis 2024 untuk Menjamin Terjaganya Rantai Pasok Energi Primer
5 Langkah Strategis PLN EPI Tahun 2024 Guna Jaga Rantai Pasok Energi Primer
PLN EPI Teken Nota Kesepahaman dengan Adhi Guna Putera, Kolaborasi Perkuat Rantai Pasok Pembangkit Listrik
Naik 220% dari Realisasi 2023, Tahun Ini PLN EPI Akan Pasok 2,2 Juta Ton Biomassa ke 47 PLTU PLN Grup