Teknologi yang digunakan pada shiplift ini tergolong modern dengan spesifikasi umum seperti kemampuan normal lifting capacity 6000Ton hingga maximum lifting capacity 9240Ton.
Kemudian transfer system total capacity 3690Ton, dengan dimensi panjang platform 100Meter dilengkapi dengan penggerak electrical motor dan tersertifikasi oleh Lloyds Register.
Baca Juga: Yuk Coba! Konsumsi Deretan Makanan Ini Bisa Bantu Tingkatkan Mood dan Ingatan
“Kerjasama strategis ini akan menjadi catatan sejarah bagi industri pertahanan dalam upaya pemenuhan fasilitas industri guna meningkatkan kapabilitas bidang pembangunan dan pemeliharaan kapal selam” tambah Willgo Zainar.
Selaras dengan fokus pemerintah terhadap kemandirian maka penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk ini salah satunya dapat dilihat dari platform shiplift yang secara mandiri dan sepenuhnya dibangun oleh PT PAL Indonesia.
Dampak yang diharapkan dari pembangunan fasilitas shiplift dan dermaga ini adalah peningkatan kesiapan PT PAL Indonesia sebagai galangan kapal yang mendukung whole local production produk kapal selam serta peningkatan kapasitas dan kemampuan produksi PT PAL.
Artikel Terkait
Gandeng ENI, Pertamina Jajaki Potensi Kelola Blok Internasional
Dibuka Lowongan Kerja BUMN di Semarang, PT MUM Cari Lulusan d3 Semua Jurusan untuk Tempati Posisi Ini
Taman Sari Waterfall, Air Terjun di Bali yang Digunakan untuk Wisata Sekaligus Ritual Pembersihan Diri
Kolaborasi Elnusa dengan PHR di Proyek Survei Seismik 3D Balam South East Tuntas dengan Aman