Kabar BUMN - Dalam upaya mendukung kesejahteraan petani, Pupuk Kujang Cikampek terus menerus menjalankan Program Makmur.
Sebagai bagian dari Pupuk Indonesia (Persero), Pupuk Kujang telah memberikan bantuan signifikan kepada petani untuk mengatasi berbagai kendala dan tantangan yang mereka hadapi.
Salah satu lokasi yang mendapat dukungan dari Pupuk Kujang adalah Desa Jatireja, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Di sini, sebanyak 75 petani mendapat pendampingan dalam periode musim tanam perdana tahun 2024 dengan luas lahan mencapai 79 hektare.
Hasilnya, produktivitas petani meningkat, dengan rata-rata panen mencapai 9 ton gabah kering per hektare, naik dari 8 ton sebelumnya.
"Lokasi sawah peserta Program Makmur yang berada di irigasi kelas A membuat produktivitas petani kerap tinggi,” kata Siswono dari Tim Agronomis Pupuk Kujang, seperti dikutip KabarBUMN.com dari pupuk-indonesia.com, Kamis (25/4/2024).
Baca Juga: Program TJSL Pupuk Kujang, Maksimalkan Kembali Fungsi Masjid Al Muhsin Di Tasikmalaya
Selain pendampingan budi daya, tim agronomis juga aktif dalam menangani serangan hama tikus yang menyerang sawah.
Dengan kolaborasi bersama warga dan pemerintah desa, mereka berhasil menanggulangi hama tikus yang merusak sekitar 30% area sawah.
Abin, Kepala Desa Jatireja, mengapresiasi kontribusi Program Makmur dalam meningkatkan hasil panen.
“Dengan berbagai upaya tersebut, serangan tikus secara umum bisa ditanggulangi,” ungkapnya.
Maryono, Direktur Utama Pupuk Kujang, menegaskan komitmen perusahaannya dalam mendukung petani melalui pendampingan dan bimbingan.
Artikel Terkait
Pupuk Kujang Lakukan Simulasi Penanganan Kebocoran Amoniak
Kerja Magang di BUMN, PT Pupuk Kujang Cikampek Buka Lowongan Staf Departemen Keuangan Khusus Domisili Jawa Barat
Jangan Sampai Terlewat! Pupuk Kujang Selenggarakan Mudik Gratis ke Priangan, Pantura dan Pansela, Cek Cara Daftarnya
Program TJSL Pupuk Kujang, Maksimalkan Kembali Fungsi Masjid Al Muhsin Di Tasikmalaya
Dua Manfaat Besar Diperoleh Pupuk Kujang dengan Mendirikan Pabrik Dry Ice yang Memanfaatkan Emisi Karbon