Dalam keadaan normal, lokomotif tidak akan kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan karena masinis selalu memantau jumlah bahan bakar yang tersedia melalui layar monitor/smart display/fire screen.
Namun, jika terjadi kendala yang mengakibatkan kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan, masinis akan berkoordinasi dengan unit terkait untuk mendapatkan izin pengisian di lokasi yang dilengkapi fasilitas pengisian terdekat.
Baca Juga: Potensi Penumpang Musiman Saat Mudik, KAI Ingatkan Kembali Larangan Merokok di Kereta Api
Vice President Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan pengisian bahan bakar pada lokomotif kereta api adalah proses yang sangat penting dan memerlukan keahlian khusus serta perencanaan matang.
Dengan pemahaman yang baik mengenai proses ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional kereta api secara keseluruhan.
"Dengan memilih bahan bakar yang ramah lingkungan, KAI berkontribusi pada upaya global untuk menjaga kelestarian lingkungan. Menggunakan moda transportasi massal dalam mobilitas sehari-hari, menjadi salah satu rekomendasi yang harus dilakukan untuk mengurangi polusi udara. Kereta api, menjadi salah satu solusinya," tutup Joni.
Artikel Terkait
Sinergi Bersama Jasa Raharja, PT KAI Berikan Santunan kepada Keluarga Korban Kecelakaan KA Turangga dengan Commuter Line Bandung Raya
KAI Operasikan Lagi KA Tambahan Relasi Solo Balapan – Pasar Senen PP, Pesan Tiketnya Sebelum Kehabisan!
PT KAI Tebar Promo Diskon Tiket Kereta Api hingga Akhir April 2024, Catat Daftar Perjalanan dan Ketentuannya