Hal itu dibuktikan dengan berbagai ungkapan tentang kearifann mengutamakan persatuan yang terdapat di seluruh suku, adat dan budaya yang ada di Indonesia.
“Meskipun digali dari kearifan nenek moyang yang telah dipupuk selama berabad-abad, namun sejatinya jiwa gotong royong bukanlah semangat yang sudah renta.
"Sampai kapanpun semangat ini akan senantiasa relevan, bahkan semakin mendesak sebagai sebuah tuntutan jama yang sarat dengan berbagai perubahan,” tegas Triyani.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa kuncinya terletak pada hasrat kita semua untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja, terutama dala mengembangkan inovasi dan kompetensi yang dimiliki Rekind beserta anak usahanya.
Itu semua harus terus dijaga agar suasana kerja selalu kondusif, penuh harmoni dan persatuan.
“Semoga kita bisa memaknai peringatan kali ini dengan memperbaharui semangat, karya dan persatuan yang lebih kokoh, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Kedua Kalinya, Fandy Maulana SR dari Rekind Meraih Penghargaan 'Best In Design' di Event Hexagon Elite Award
Buletin Rekind Kembali Raih Penghargaan Bergengsi, Kali Ini Berasal dari SPS Awards 2024
Dukung Penuh Borneo FC di Championship Series, Pupuk Kaltim Tegaskan Sepak Bola Kalimantan Timur Tak Bisa Dipandang Sebelah Mata
Usai Kegiatan Sunatan Massal, Pupuk Kujang Gelar Donor Darah hingga Membuat Stok Darah di Karawang Surplus
Pupuk Kaltim Perkuat Kerja Sama dengan Distributor Sulawesi untuk Dorong Kemajuan Sektor Pertanian Indonesia Timur