Hingga 1 Februari 2024, implementasi i-Pubers sudah mencapai 100 persen secara nasional dan tersedia di lebih dari 27.000 kios di seluruh Indonesia. Penerapan aplikasi i-Pubers merupakan sebuah langkah maju yang signifikan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi di Indonesia.
Saat ini Pupuk Indonesia sedang melakukan kegiatan sosialisasi kebijakan pupuk bersubsidi sesuai Peraturan Menteri No. 01 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri No. 249 Tahun 2024 kepada petani, pemilik kios, distributor, dan jasa pertanian.
Berdasarkan aturan tersebut, pemerintah menetapkan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 9,55 juta ton. Alokasi ini mencakup empat jenis pupuk: Urea, NPK, NPK Formula Khusus, dan tambahan terbaru, pupuk Organik.
Baca Juga: Magang MAGENTA BUMN: PT Biro Klasifikasi Indonesia Buka Lowongan untuk S1 Psikologi
Kenaikan alokasi keempat jenis pupuk tersebut ditetapkan sebesar 4.634.626 ton untuk Urea, 4.278.504 ton untuk NPK, 136.870 ton untuk NPK Formula Khusus, dan 500.000 ton untuk pupuk Organik.
Untuk NTB, pemerintah menetapkan alokasi sebesar 433.606 ton, meningkat 214.156 ton dari alokasi sebelumnya sebesar 219.450 ton.
Rincian alokasi tersebut antara lain Urea sebanyak 222.405 ton, naik dari 130.115 ton, NPK sebanyak 190.653 ton, naik dari 89.182 ton, NPK Formula Khusus sebanyak 1.059 ton, naik dari 153 ton, dan pupuk Organik sebanyak 19.489 ton.
“Pemerintah memutuskan untuk meningkatkan volume pupuk bersubsidi pada tahun anggaran 2024 dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton," ujar Deni.
Baca Juga: Magang MAGENTA BUMN: PT Biro Klasifikasi Indonesia Buka Lowongan untuk S1 Psikologi
"Kebijakan peningkatan volume ini perlu disosialisasikan secara luas dan masif agar petani yang terdaftar dapat mengetahui dan merasakan manfaatnya."
"Proses pendistribusian dan pengalokasian tambahan pupuk bersubsidi volume ini harus diawasi dengan baik,” tandasnya.
Untuk menjamin kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di NTB, Pupuk Indonesia telah menyiapkan beberapa fasilitas pendukung, antara lain 32 gudang yang terdiri dari satu unit pengepakan dan 31 gudang Lini III.
Terdapat juga 34 distributor dengan 1.603 jaringan kios/retailer, didukung oleh 17 petugas lapangan untuk memastikan seluruh petani yang memenuhi syarat mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai regulasi. (*)
Artikel Terkait
Dukung Ketahanan Pangan Kawasan ASEAN, Pupuk Indonesia Berikan Akses Pupuk Berkualitas Tinggi untuk Petani Timor Leste
Bersama Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi di Timor Leste hingga 7,5 Ton per Hektare
Deadline Hari Ini! Pupuk Indonesia Buka Lowongan Magang Bersertifikat BUMN, Hanya Satu Posisi yang Tersedia
Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Bersubsidi di Jawa Tengah, Kali Ini Mencapai Lebih dari 100 Ribu Ton
Pupuk Indonesia: Sumatera Utara Dijatah 478.298 Ton dari 9,55 Juta Ton Pupuk Bersubsidi