"Kami sepakat untuk menyediakan pasokan biomassa yang berasal dari produk samping perkebunan seperti serbuk dari batang singkong, bonggol jagung, sekam padi, karet, limbah pengolahan coklat, kelapa sawit dan produk lainnya yang berbasis pemberdayaan dan/atau keterlibatan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Bocoran Kisi-kisi Tes Online 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024, Berikut Daftar Soal yang Akan Muncul
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo, yang turut menyaksikan penandatangan Nota Kesepahaman turut mengatakan bahwa sumber energi biomassa ini sangat berlimpah.
Pelabuhan di Lampung dapat digunakan untuk pengiriman ke PLTU lain manakala kebutuhan di Lampung telah tercukupi.
"Kami berharap pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan ini akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, selain juga berkontribusi dalam penurunan emisi melalui program co firing PLTU. Infrastruktur perhubungan di Lampung sangat siap mendukung hal tersebut," pungkasnya.***
Artikel Terkait
PLN EPI Didapuk Sebagai The Most Favorite Company in Primary Energy Supply di Penghargaan Listrik Indonesia 2024
KSP Apresiasi Program Cofiring PLN EPI, Masyarakat Dilibatkan untuk Kurangi Emisi Melalui Pengembangan Biomassa
Penghargaan Listrik Indonesia 2024: PLN EPI Dinobatkan Sebagai The Most Favorite Company in Primary Energy Supply
PLN EPI Berkomitmen Terapkan Sistem Manajemen Kepatuhan dan Anti Penyuapan
PLN EPI Menginisiasi Program Budidaya Ternak Kambing Perah di Gunung Kidul untuk Mendorong Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat