Merdeka Belajar Ciptakan Ruang Eksplorasi dan Kreativitas Murid di Pendidikan Vokasi

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 5 Juni 2024 | 15:00 WIB
Indra Gunawan, seorang guru kompetensi keahlian tata busana SMKN 1 Pandak bersama para siswa (Dok. Vokasi)
Indra Gunawan, seorang guru kompetensi keahlian tata busana SMKN 1 Pandak bersama para siswa (Dok. Vokasi)

“Melalui PKL, para murid kami dapat mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang didapatkan di sekolah," terang Indra.

"Selain itu, hal yang paling pentingnya adalah mereka dapat menambah wawasan terhadap dunia kerja secara riil, sehingga dapat menambah dan meningkatkan kompetisi serta menanamkan etos kerja yang tinggi,” ucap Indra.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Indra berharap, para muridnya tidak hanya menjadi tenaga kerja di sebuah pabrik, tetapi juga bisa menjadi individu yang memiliki pengetahuan lebih dan siap untuk berkompetisi.

Indra Gunawan, guru SMKN 1 Pandak menggunakan hasil karya siswa tata busana dalam memberikan motivasi dalam pembelajaran. (Dok. Vokasi)

“Mereka bisa menjadi wirausahawan yang bukan hanya sekadar jahit menjahit. Mereka bisa memiliki kesempatan untuk dapat berkarya dan siap untuk berkompetisi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah global,” ujar Indra.

Baca Juga: KAI Sebar Diskon Tiket Kereta Api pada 3 Event Spesial di Bandung dan Jakarta, Siap-siap Berburu!

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, mengatakan bahwa langkah yang dilakukan Indra merupakan hasil aksi yang diharapkan dari Merdeka Belajar terhadap para pendidik.

”Hal ini sesuai dengan peluncurannya Merdeka Belajar episode ke-15: Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, di mana kami (Kemendikbudristek) memberikan wewenang kepada sekolah dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum serta pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik," papar Kiki.

"Selain itu, pendidik, dalam hal ini guru, juga dapat mengajar sesuai tahapan capaian dan perkembangan dari setiap peserta didik, sehingga pendidik dan peserta didik akan lebih merdeka,” ujar Kiki.

Selain itu, kebijakan Merdeka Belajar ini juga memberikan kesempatan untuk menciptakan kurikulum yang lebih relevan dan interaktif.

Baca Juga: Hilangkan Rasa Bosan dengan Piknik Seru di Potrobayan Jogja, Pemandangannya Sungai Opak

Kebijakan ini juga memberikan kesempatan pembelajaran yang lebih luas kepada peserta didik secara aktif dan eksploratif terhadap isu-isu aktual, sehingga dapat mendukung pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila.

Selanjutnya, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menjadikan Merdeka Belajar sebagai solusi dalam menghadapi berbagai tantangan dan memberikan bekal pengetahuan serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan DUDI, salah satunya di industri mode.

Indra Gunawan, guru SMKN 1 Pandak menggunakan hasil karya siswa tata busana dalam memberikan motivasi dalam pembelajaran (Dok. Vokasi)

“Oleh karena itu, kami (Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi) terus meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan dunia industri, termasuk industri mode yang terus berkembang setiap waktunya di Indonesia,” tambah Kiki.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini