Penggunaan bahan bakar B30 dan B35 untuk armada kendaraan operasional tambang, serta pemanfaatan panel surya untuk penerangan jalan tambang di beberapa lokasi bisnis.
ANTAM juga sedang melakukan upaya untuk mengganti bahan bakar dalam proses pengolahan bijih nikel dari Marine Fuel Oil menjadi listrik dari PLN yang bersumber dari energi hydro, yang diharapkan dapat mengurangi emisi GRK dalam produksi feronikel.
Selain itu, ANTAM juga mengadopsi metode co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di anak usahanya sebagai upaya mitigasi tambahan dalam upaya dekarbonisasi.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen ANTAM untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasionalnya dan berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim secara lebih luas.***
Artikel Terkait
Keberhasilan Terapkan GCG, ANTAM Raih Penghargaan di Ajang Indonesia Excellence Good Corporate Governance Awards 2024
Sambut Lebaran 2024, ANTAM Rilis Emas Edisi Khusus Idulfitri 1445 H Bertema Gempita Hari Raya
ANTAM Catat Kinerja Positif, Bagikan Dividen 100% pada RUPS Tahun 2023
ANTAM Sukses Gasak 3 Penghargaan Bergengsi atas Kontribusi Berkelanjutannya
Selamat! ANTAM Terpilih sebagai 20 Top Companies to Watch in 2024 versi Bloomberg Technoz