"Kita adalah Wayang" Pameran Kolaborasi Seniman dan Angkasa Pura I di Bandara Internasional Yogyakarta

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Senin, 25 Oktober 2021 | 14:15 WIB
PT Angkasa Pura I (Persero) melalui Bandara Internasional Yogyakarta-Kulon Progo (YIA) menggelar pentas seni dan pameran seni rupa wayang bertajuk “Kita adalah Wayang”. Pameran yang diadakan mulai 15 Oktober hingga 5 November 2021 ini diselenggarakan atas kolaborasi dengan 22 seniman lokal Yogyakarta.  Penyelenggaraan acara tersebut tak lepas dari komitmen PT Angkasa Pura I untuk mendukung pengembangan kesenian, budaya, dan pariwisata daerah seiring dengan pengembangan bisnis perusahaan.  “Dalam menjalankan bisnisnya, Angkasa Pura I senantiasa melibatkan dan turut mengembangkan budaya dan pariwisata daerah. Upaya tersebut disambut baik oleh para stakeholder sektor budaya dan pariwisata daerah dengan menjadikan bandara, khususnya Bandara Internasional Yogyakarta, sebagai ruang kreasi dan promosi seni, budaya, dan wisata daerah, khususnya Yogyakarta. Penyelenggaraan pameran seni rupa wayang dan pentas seni di YIA ini tentunya tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi. Selain pameran, YIA juga menyelenggarakan Pentas Seni Budaya pada 16 Oktober-7 November 2021 tiap Sabtu dan Minggu dengan menampilkan berbagai pertunjukan tari dan musik. Dalam penyelenggaraannya, YIA berkolaborasi dengan sekitar 56 desa budaya di 5 kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Minggu pertama (17/10), pertunjukan dimeriahkan oleh Sanggar Sripanglaras, Javajog Street Brass, tarian dari Desa Budaya Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Kulon Progo. Adapun tarian yang ditampilkan, yaitu Tari Merak Ngigel, Tari Persembahan Sawitri, Tari Turangga Madun, Tari Sekar Pudyastuti, Tari Goyang Senggol, Tari Gedrug Gorayaksa, dan Bregada.  “Diharapkan penyelenggaraan kegiatan seni ini dapat menumbuhkan keinginan untuk ‘pulang kembali’ ke Yogyakarta dan dapat membantu pemulihan sektor pariwisata serta perekonomian Yogyakarta. Semua tidak dapat terwujud tentunya tanpa kolaborasi yang baik dari seluruh pelaku usaha, pencipta karya, penggagas ide, serta operator bandara sebagai titik ruang tumbuh,” tutup Faik Fahmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini