Bangun Pabrik Biomassa di Indonesia, Barata Indonesia Gandeng Treehouz Asia

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Jumat, 20 Agustus 2021 | 16:00 WIB
PT Barata Indonesia (Persero) yang fokus pada produksi komponen fabrikasi dan mesin untuk industri konstruksi berat, kini melirik pemanfaatan biomassa berbasis kayu dan limbah. Kali ini, Barata Indonesia menggandeng Treehouz Asia, yang berbasis di Malaysia, untuk menjalin kemitraan strategis dalam pembangunan pabrik bahan bakar energi alternatif melalui pemanfaatan biomassa. Kerja sama antara PT Barata Indonesia dengan Treehouz Asia ini telah tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilanjutkan dengan NDA antara kedua belah pihak yang dilakukan secara daring pada Rabu, 10 Agustus 2021. Penandatanganan dilakukan oleh Sulistyo Handoko, Direktur Pemasaran Barata Indonesia. Sementara di pihak Treehouz Asia dilakukan oleh Tan Eng Hau, yang menjabat sebagai Managing Director. “Barata Indonesia terus berupaya melakukan ekspansi dan aliansi dalam rangka penguatan kompetensi dan merespon peluang bisnis baru di industri agro tanah air,” tutur Sulis. Pihak Barata Indonesia menyambut baik peluang kerja sama pembangunan proyek biomassa ini. Project ini juga merupakan salah satu bentuk dukungan pada program co-firing di Indonesia dan meningkatkan produksi berbentuk pellet ataupun sawdust baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Dalam kesempatan tersebut, Sulistyo juga turut menjelaskan pengalaman panjang Barata Indonesia dalam pembangunan pabrik agro tanah air beserta komponennya. Sulistyo juga menyampaikan bahwa Barata Indonesia sebagai BUMN manufaktur memiliki komitmen tinggi terhadap peningkatan kandungan lokal dalam setiap produk yang dihasilkan dan dalam pembangunan proyek strategis nasional.  Komitmen tersebut terwujud dengan terciptanya produk substitusi impor, pemanfaatan material lokal dan penyediaan peluang tenaga kerja lokal. Hal tersebut diharapkan dapat mendongkrak produktivitas dan daya saing industri nasional. Dukungan ini sekaligus merupakan upaya perseroan dalam mendorong program pemulihan ekonomi nasional. Tak hanya pihak Barata Indonesia, Tan Eng Hau selaku Managing Director Treehouz Asia juga mengapresiasi kerjasama ini sebagai ekspansi pasar, khususnya dalam hal mengembangkan biomassa berbasis pellet atau sawdust plant projects di Indonesia. “Dengan berkah sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, kami berharap Barata dan Treehouz dapat bersinergi memanfaatkan kompetensi masing-masing dalam menjalankan proyek – proyek pabrik wood, baggase pellet, sawdust baru maupun revitalisasi di Indonesia,” ucap Tan. Dalam kerja sama ini juga disebutkan bahwa untuk inisiasi awal atas kerja sama ini, Barata Indonesia dan Treehouz akan membangun pellet plants di kawasan Pahang Malaysia dengan kapasitas 40 TPH. Tak hanya kerja sama di bidang biomassa, kedua perusahaan tersebut juga sepakat untuk berkolaborasi dalam pengembangan co-firing dengan biomassa. Kolaborasi ini dalam rangka pembangunan energi alternatif untuk mendukung ketersediaan energi nasional yang bersih dan ramah lingkungan. “Peluang bisnis ini akan dikembangkan dengan menghadirkan keunggulan teknologi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai solusi energi masa depan,” tutup Sulis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini