Sekretaris Jasindo Umumkan Aplikasi PROTAN untuk Produk Asuransi

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Kamis, 19 Agustus 2021 | 15:54 WIB

Dalam rangka meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, PT Asuransi Jasindo yang merupakan bagian dari Holding Perasuransian dan Penjaminan (Indonesia Financial Group) terus berinovasi dengan memaksimalkan pemanfaatan perkembangan teknologi. Hal ini dibuktikan dengan dihadirkannya produk-produk digital untuk memudahkan pemberian layanan kepada masyarakat.  Baru-baru ini, PT Asuransi Jasindo meluncurkan aplikasi PROTAN (Proteksi Pertanian) yang merupakan pengembangan dari aplikasi sebelumnya, yaitu SIAP (Sistem Asuransi Pertanian). “Produk digital terbaru yang diluncurkan pada 2021 adalah Aplikasi PROTAN (Proteksi Pertanian). Aplikasi ini merupakan penyempurnaan dari aplikasi SIAP (Sistem Asuransi Pertanian) yang hadir sejak 2019. Dua aplikasi ini merupakan bentuk komitmen Asuransi Jasindo untuk mendukung program pemerintah,” kata Sekretaris Perusahaan Jasindo, Cahyo Adi di Jakarta, Jumat (23/7). Langkah ini juga dijalankan untuk mendukung program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang telah dijalankan PT Asuransi Jasindo sejak 2015. Dalam pengembangannya, dibuat juga program Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK). Dengan diluncurkannya aplikasi digital untuk asuransi proteksi pertanian, diharapkan kinerja AUTP dan AUTSK yang tiap tahun terus meningkat akan semakin baik.  Dengan dirilisnya aplikasi ini, Kementerian Pertanian menargetkan 1 juta hektare lahan dapat terdaftar dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan 120.000 ekor sapi yang terdaftar dalam Asuransi Usaha Ternak Sapi atau Kerbau (AUTS/K). Aplikasi ini dapat digunakan para petani dan peternak untuk melakukan pendaftaran hingga klaim asuransi.  “Hadirnya aplikasi tentu diharapkan dapat memudahkan para petani dan peternak. Proses pendaftaran hingga klaim bisa melalui aplikasi. Di aplikasi ini terdapat fitur pendaftaran peserta, e-polis, pelunasan premi, dan pelaporan,” lanjut Cahyo Adi. [caption id="attachment_11644" align="aligncenter" width="746"]
-
Sekretaris Jasindo, Cahyo Adi, umumkan aplikasi PROTAN untuk produk asuransi.[/caption] Untuk mendaftarkan diri pada program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi atau Kerbau (AUTS/K) ini, petani dan peternak juga harus membayarkan premi asuransi. Premi yang harus dibayarkan juga cukup terjangkau, yakni hanya Rp 36.000 per hektare. Harga premi tersebut telah disubsidi sebesar Rp 144.000 oleh pemerintah. Dengan nilai premi tersebut, petani akan mendapat perlindungan jika terjadi gagal panen, baik karena bencana alam maupun jika terkena hama. Petani akan mendapatkan ganti rugi sehingga dapat melanjutkan usahanya untuk bertani.  “Ganti rugi diberikan kepada peserta asuransi yang umur padinya sudah melewati 10 hari, atau tingkat dan luas kerusakan pertaniannya mencapai lebih dari 75 persen. Besarnya ganti rugi adalah Rp6 juta per hektare per musim tanam. Jika kurang atau tidak genap kelipatan satu hektare, maka ganti rugi akan dihitung secara proporsional,” tutur Cahyo. Aplikasi PROTAN (Proteksi Tani) dan SIAP (Sistem Asuransi Pertanian) yang hadir dengan fitur lengkap ini juga memudahkan pihak PT Asuransi Jasindo dalam hal pengelolaan data. Aplikasi ini akan menyimpan sejumlah data penting terkait nasabah Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Kerbau Atau Sapi (AUTS/K). Beberapa data penting tersebut juga menyangkut kecenderungan iklim dan luas wilayah yang diproteksi. Dengan data tersebut, PT Asuransi Jasindo bisa melakukan antisipasi jika ada daerah yang memerlukan pelayanan klaim lebih tinggi jika dibandingkan dengan daerah lainnya. Dengan adanya program dan aplikasi ini, diharapkan petani dan peternak dapat lebih terlindungi dan lebih produktif dalam menjalankan usahanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini