Sukses Terapkan Sustainable Living, YIA Raih Sertifikat “Gold” Greenship Building

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Selasa, 10 Agustus 2021 | 16:33 WIB

Setelah beroperasi penuh sejak Maret 2020, tahun 2021 ini Yogyakarta International Airport (YIA) berhasil meraih sertifikat "Gold" Greenship dari Green Building Council Indonesia (GBCI). Pencapaian ini membuat YIA menjadi bandara pertama dan satu-satunya dengan sertifikat “Gold” Greenship Building di Indonesia. Sertifikat Gold dari GBCI ini bisa didapatkan melalui serangkaian penilaian dan pemenuhan persyaratan, sehingga YIA layak disebut green building. Ada beberapa aspek penilaian, di antaranya efisiensi dan penghematan energi, penghematan air, pengembangan lokasi gedung, siklus dan sumber daya material, kenyamanan dan kesehatan gedung, serta pengelolaan lingkungan gedung. Sebelumnya, YIA harus melewati proses penilaian sekitar 22 bulan sejak proses pernyataan minat pada 20 Februari 2019, proses workshop pada 11 Desember 2019, proses verifikasi lapangan pada 24-26 Oktober 2020, serta proses sidang final assessment pada 17 Desember 2020 yang dilaksanakan secara virtual bersama Greenship Professional dan Green Team dari GBCI. Cukup panjang prosesnya, tapi hasil tidak menghianati perjuangan. "Pencapaian ini sekaligus memperkuat misi Angkasa Pura I dalam menghadirkan sarana dan prasarana perhubungan yang berkontribusi positif kepada lingkungan hidup secara berkelanjutan. Kami merasa sangat bangga dengan raihan ini dan berharap YIA dapat menjadi contoh bagi pembangunan bandara dengan konsep hijau dan ramah lingkungan untuk generasi Indonesia dimasa mendatang," ungkap Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi.
-
Berbagai upaya dilakukan dalam kegiatan operasional YIA, hingga berhasil mencapai penghematan penggunaan listrik hingga 25,15% atau 119,21 kWh/m2/tahun, penghematan air hingga 53,01% atau 16,68 liter/orang/hari dan didukung oleh area hijau hingga 19.84% atau 26.589,3 meter persegi. Angka yang luar biasa untuk fasilitas transportasi berskala internasional tentunya. "Ini setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp16,8 miliar per tahun dengan asumsi biaya listrik Rp1.065,78/kWh, penghematan biaya air sebesar Rp6,46 miliar per tahun dengan asumsi biaya air PDAM Rp15.000 per meter kubik dan mampu mengurangi emisi karbon hingga 14.093 ton per tahun," papar Faik Fahmi.  Itu semua tak lepas dari dukungan berbagai perangkat utilitas dengan konsep ramah lingkungan, seperti penggunaan lampu LED, elevator, lift dan travelator yang menggunakan fitur sleep mode, sanitair dengan fitur dual flush and auto faucet. Tak hanya itu, penggunaan kaca bangunan Sunergy Green juga ikut andil dengan merefleksikan sinar matahari secara baik, dan mendukung efisiensi penggunaan pendingin ruangan di dalam area terminal.
-
YIA juga didukung dengan fasilitas stormwater management kawasan di mana berfungsi untuk menangkap, mengumpulkan, mengolah, meresapkan air limpasan hujan untuk digunakan sebagai sumber air alternatif yang mendukung keperluan operasional bandara. Ini juga jadi poin plus dari keberhasilan YIA meraih sertifikat "Gold" Greenship Building. Selain memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan hidup atau sustainable living, YIA dirancang dengan arsitektur bergaya modern. Meski demikian, secara eksterior dan interior tempat ini tetap menggambarkan budaya Yogyakarta, baik itu melalui instalasi karya seni yang melibatkan berbagai seniman lokal Yogyakarta, serta beragam area yang telah didesain secara khusus untuk menjadi etalase Yogyakarta, Kulon Progo, dan sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini