Kisah Jumardin, Tekun Menjadi AgenBRILink hingga Kini Sukses Jadi Juragan Kos-kosan

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Rabu, 21 Juli 2021 | 17:55 WIB

Untuk menjadi seorang wirausaha yang baik, dibutuhkan kedisiplinan tinggi dan etika yang baik. Tak hanya itu, menjadi wirausaha pun menantang kita untuk berani, yakni berani mengambil risiko dan menjawab tantangan. Hal inilah yang menjadi kunci sukses AgenBRILink Jumardin. Yang awalnya hanya seorang petani di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pria paruh baya ini telah mengarungi asam garam berbagai profesi demi mencapai kehidupan yang lebih baik.  Pada tahun 2003, Jumardin memutuskan untuk menginjakkan kaki di kota metropolitan Makassar demi mengais rejeki. Tak main-main, keputusan ini diambilnya ketika dia sudah memiliki istri dan satu orang anak. Lelaki kelahiran 1980 ini memulai usaha dengan membuka 'gadde-gadde' atau kios kelontong. Meski tak besar, keuntungan 10% dari penjualannya setiap hari mampu mencukupi kehidupan keluarga kecilnya. "Kalau misalnya dapat Rp 1 juta per hari, yah keuntungan cuma Rp 100 ribu," cerita Jumardin. Keadaan pas-pasan tersebut dilakoninya sekitar 10 tahun. Seiring berjalannya waktu, ia kemudian tertarik dan memberanikan diri untuk menjadi AgenBRILink di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
-
Jumardin mengungkapkan, usaha keagenan bukanlah usaha yang lumrah pada tahun 2014. Saat itu, ia mendapatkan tawaran dari rekannya yang kebetulan bekerja sebagai pegawai BRI untuk menjadi AgenBRILink saat peluncuran perdana. Jumardin tentu menjawabnya dengan suka cita dan semangat. Ia langsung berani mempertaruhkan modal Rp10 juta. Meski belum yakin akan hasilnya, ia tetap kukuh menggeluti usaha barunya. Tak mudah memang, karena ia harus meyakinkan masyarakat untuk bergabung sebagai nasabah baru.  "Susah sekali cari nasabah, untung ada jualan campuran. Kalau ada yang belanja biasa saya sampaikan ada layanan transfer, tarik tunai, dan pembayaran lainnya," bebernya. Jumardin pun berupaya untuk belajar hal-hal baru, agar dapat menjalani usaha keagenan dengan lebih baik. Menerapkan konsep pelayanan 24 jam tanpa istirahat, ayah yang kini memiliki tiga anak ini membuka kiosnya dengan senyuman tanpa henti.  Jumardin menyadari betul bahwa pelayanan yang ramah dan terbuka menjadi salah satu faktor yang menarik pelanggan untuk bertransaksi di tempatnya. Untungnya, lokasi usaha pun termasuk strategis, karena tak jauh dari pusat kota, lebih tepatnya sekitar 5 menit dari Jalan AP Pettarani. Perantau asal Jawa mendominasi daerah ini, artinya kebutuhan pengiriman dana pun tinggi. "Orang Jawa biasanya setelah pulang kerja, mereka langsung menyetor di sini. Mereka tidak simpan uang di rumah," sebutnya. Ia pun bersyukur, Dengan sistem pembagian keuntungan 50-50 dengan pihak BRI untuk satu kali transaksi, BRI memberi kesempatan pengembangan usaha yang sangat menjanjikan.  Jumardin mencatat, rata-rata transaksi per harinya mencapai 100 nasabah, bahkan bisa mencapai 5 ribu nasabah per bulan. Kini ia menduduki peringkat pertama sebagai transaksi AgenBRILink terbesar sekaligus yang pertama di BRI Kantor Cabang Panakkukang, Makassar. Keuntungan yang diraih dari pekerjaan sebagai AgenBRILink dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah, membeli motor, hingga membuat usaha kos-kosan. "Semenjak menjadi AgenBRILink, sudah banyak fasilitas yang saya dapatkan dari BRI, seperti TV, HP, mesin hitung uang, dan lain-lain," jelasnya. Direktur Jaringan dan Layanan BRI Arga M. Nugraha mengungkapkan bahwa BRI terus memperkuat penetrasi AgenBRILink sebagai laku pandai untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat di penjuru daerah. Per akhir Mei 2021, BRI memiliki 458 ribu AgenBRILink yang tersebar di seluruh Indonesia. Kehadiran AgenBRILink sebagai Laku Pandai dari BRI diharapkan membawa dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Arga menambahkan, sejauh ini ada dua cara yang dilakukan BRI untuk menghadirkan layanan keuangan melalui AgenBRILink. Pertama, layanan diberikan kepada masyarakat mengandalkan mesin EDC. Kedua, layanan perbankan bisa diberikan melalui smartphone yang sudah dipasang aplikasi BRILink Mobile pada tiap agen. Pada beberapa kawasan tertentu yang sulit mengakses jaringan telekomunikasi, BRI menghadirkan layanan dengan mengandalkan jaringan satelit milik perusahaan untuk disambungkan kepada para agen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini