PLN Terima Dana PMN Rp5 Triliun Guna Percepat Infrastruktur Kelistrikan

Photo Author
- Selasa, 11 Januari 2022 | 10:54 WIB

PT PLN (Persero) menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp5 triliun pada 30 Desember 2021 lalu. Untuk itu, PLN berkomitmen mengelola PMN guna mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Tanah Air.  PMN merupakan bagian dari penugasan negara kepada PLN untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan sebagai penunjang program-program listrik desa. Diharapkan, program-program ini dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia. Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam sambutan acara Seremoni Pemberian PMN Tahun 2021 pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan PMN bagi PLN. Menurutnya, PMN ini adalah satu kepercayaan yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. "Ini merupakan kepercayaan, bahwa pemerintah hadir menyelesaikan masalah yang kita hadapi sama-sama. Dan tentunya kita harus mengembalikan kepercayaan itu," kata Erick.
-
Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta agar penggunaan dana PMN dijalankan oleh BUMN secara akuntabel dan transparan. Ini dikarenakan PMN berasal dari uang negara sehingga harus bisa disampaikan jika manfaat PMN sudah sesuai dibandingkan beban yang akan dipikul oleh negara dalam mempertanggungjawabkan anggarannya. "Jadi, Rp5 triliun (untuk PLN) jangan sampai seperti membuang garam ke laut. Saya minta ada akuntabilitas Rp5 triliun itu menjadi apa. Jadi kita sama-sama untuk bertanggung jawab kepada masyarakat," ujar Sri Mulyani. Dia pun berharap agar pencairan dana PMN pada akhir 2021 dapat mendorong kinerja PLN untuk bisa lebih akuntabel, menggunakan dana masyarakat secara profesional, dan bisa dipertanggungjawabkan. PLN berterima kasih dan mengapresiasi dukungan Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN sehingga PLN mendapatkan PMN sebesar Rp5 triliun pada 2021. PLN pun siap merealisasikan dana tersebut secara efisien, akuntabel, dan bertanggung jawab.  "Dana PMN menjadi bagian penting di mana negara hadir, karena banyak program dari PLN bertujuan untuk pengentasan kemiskinan di daerah terpencil. PLN siap untuk menjalankan agar dana tersebut betul-betul bermanfaat bagi masyarakat," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Upaya PLN mendorong pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang cepat, tepat, dan efisien merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2017 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
-
Dana PMN yang diberikan pemerintah digunakan untuk membangun infrastruktur kelistrikan, seperti program Listrik Desa. "Secara komersial investasi ini memang tidak begitu viable. Tetapi di sini negara hadir dalam melaksanakan sila ke-5 Pancasila, memberikan satu bantuan sebesar Rp5 triliun sehingga program-program tersebut menjadi program unggulan yang berkeadilan sosial," papar Darmawan. Bukan hanya itu, ia optimis peningkatan ketersediaan infrastruktur kelistrikan dan kualitas distribusi listrik akan berdampak positif bagi penyerapan tenaga kerja, pajak, dan peningkatan ekonomi di sektor riil. "Usaha kami dalam meningkatkan elektrifikasi dapat terlihat dari angka rasio elektrifikasi yang selalu meningkat sejak 2015 (88,3%) sampai dengan 2021 yang sudah mencapai 99,4%," ujarnya. Selama periode 2016-2021, PLN menerima PMN Tunai sebesar Rp40,06 triliun atau setara 9,7% dengan total investasi tunai Rp411,66 triliun. "Dana ini sangat membantu PLN, di mana tadinya keputusan kami hanya berlandaskan dari sudut komersial bisa mempertimbangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tutup Darmawan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tim Editorial KabarBUMN

Terkini