BNI Persembahkan Layanan Beyond Banking Untuk 8 Juta Diaspora

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Selasa, 22 Februari 2022 | 11:00 WIB

Kabar BUMN -  PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai Bank BUMN yang salah satu fokus utamanya adalah bisnis internasional, berkomitmen untuk menghubungkan kepentingan Indonesia dan dunia. Kepentingan dari sekitar 8 juta diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia turut memegang peranan penting dalam ekosistem bisnis internasional BNI. Kekuatan dari diaspora ini dapat menjadi salah satu faktor kunci untuk membantu membangkitkan kembali perekonomian Indonesia dan menyembuhkan luka ekonomi (scarring effect) pasca pandemi Covid-19. 

Maka dari itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menekankan pentingnya dukungan perbankan nasional untuk para diaspora. Menteri BUMN pun menargetkan BNI untuk terus meningkatkan fokus pada ekspansi bisnis internasional. 

“Kolaborasi diaspora dengan perbankan nasional merupakan upaya untuk terus menciptakan banyak peluang investasi di luar negeri, menambah potensi lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia, mendorong UMKM dalam negeri untuk Go Global, sekaligus menarik banyak potensi penanaman modal dari luar negeri,” ujar Erick Thohir dalam acara Silaturahmi Daring dengan Perwakilan Diaspora Indonesia, Sabtu (19/2) lalu. 

Selain disaksikan ratusan diaspora, kegiatan tersebut juga dihadiri perwakilan diaspora dari lima kota Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI, yaitu Seoul, Tokyo, Hong Kong, New York, London, dan Singapura. 

Ekosistem Diaspora

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, yang  turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa BNI berkepentingan untuk menghubungkan ekosistem diaspora ini dengan berbagai upaya. Salah satu upaya yang diperlukan adalah menghadirkan platform digital yang andal untuk memenuhi berbagai kebutuhan layanan perbankan diaspora di luar negeri. Tidak hanya terbatas pada pelayanan transaksi keuangan, platform ini dikonsepkan mampu memenuhi berbagai kebutuhan lain yang melampaui pelayanan perbankan tradisional. 

Royke menilai, komunitas diaspora di luar negeri merupakan ceruk bisnis luar biasa dalam ekosistem bisnis internasional BNI. Hal ini juga sejalan dengan salah satu tugas BNI yakni mendorong diaspora Indonesia untuk bisa lebih mengembangkan sayap. Selain bertugas membantu showcasing produk UMKM Indonesia ke dunia, BNI siap mendukung pelaku mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan bagian lain dari komunitas ini yang membutuhkan layanan perbankan yang beragam seperti layanan untuk multinational company global maupun regional, korporasi dan anak perusahaan Indonesia di luar negeri, hingga financial institution atau investor.  

“Untuk itulah, kami juga menyiapkan strategi untuk setiap pemangku kepentingan tersebut. Bagi UMKM, BNI menyiapkan solusi menyeluruh, unggul dalam trade dan ekspor dengan dukungan advisory yang kuat baik di domestik maupun internasional, dengan konsep yang kami sebut BNI Xpora,” ujar Royke.

Royke menambahkan, BNI juga mampu memberikan jaringan domestik dan insight tentang pasar Indonesia baik terkait dengan regulasi dan koneksi bisnis, wawasan pasar, serta platform transaksi lokal untuk perusahaan multinasional. Menurutnya, diskusi berkesinambungan perlu dilakukan bersama perusahaan multinasional yang berkaitan langsung dengan foreign direct investment (FDI), dimana pada tahun 2020 saja mencapai $US28,7 miliar.

Diantara bank – bank Indonesia lain, BNI menjadi yang selalu siap untuk memberikan solusi internasional terbaik dan pelayanan perbankan antar negara yang terintegrasi bagi korporasi dan anak perusahaan Indonesia di luar negeri. Dengan jumlah mencapai 3.700 perusahaan, kontribusi dari segmen ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

“Bagi Financial Institution atau investor, BNI pun siap menyediakan solusi lengkap untuk mengeksplorasi peluang investasi yang menarik di Indonesia," tambah Royke.

Menteri BUMN turut menyaksikan rangkaian dukungan BNI yang didedikasikan bagi para diaspora pada kegiatan ini. Dukungan yang diberikan antara lain Bantuan Program Indonesia Diaspora Network (IDN) di  Hongkong; Bantuan Pendidikan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di  Korea Selatan;  Bantuan Pembangunan Masjid Indonesia Pertama dan Dukungan bagi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Inggris untuk Program Inkubasi Bisnis Inggris; serta Dukungan Promosi Product Indonesia pada Vending Machine Indonesian Food di Tokyo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini