PT Len Industri Resmi Menjadi Induk Holding Industri Pertahanan

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Senin, 7 Maret 2022 | 17:01 WIB

Kabar BUMN -  PT Len Industri (Persero) resmi menjadi Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) pada Rabu (2/3) lalu di Kantor Kementerian BUMN di Jakarta. Peresmian ditandai dengan penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah antara PT Len Industri (Persero) dengan empat anggota Indhan lainnya, yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana. 

Dengan demikian, Kementerian BUMN resmi mengalihkan saham empat Indhan kepada PT Len Industri (Persero). Saat ini, Len sebagai induk holding Defend ID memiliki seluruh saham Seri B dari keempat anggota holding Defend ID. Sementara itu, pemerintah memiliki 1 lembar saham seri A Dwiwarna keempat perusahaan tersebut dan 100% saham Len.

“Proses Holding Industri Pertahanan tidak menyebabkan perubahan pengendalian negara terhadap anggota holding. Negara tetap memegang kontrol baik secara langsung melalui kepemilikan saham seri A Dwiwarna maupun secara tidak langsung melalui Len,” terang Wamen I BUMN Pahala Nugraha Mansury.

Pengalihan saham ini mendapatkan izin dari Presiden RI Joko Widodo pada Januari lalu melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke dalam modal saham PT Len Industri (Persero). PP juga telah dilengkapi Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 40/KMK.06/2022 tentang Penetapan Nilai Penyertaan Modal Negara RI ke dalam Modal Saham PT Len Industri (Persero) yang ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 14 Februari lalu.

PT Len Industri Resmi Menjadi Induk Holding Industri Pertahanan (Foto: Dok. Len Industri)

Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Bobby Rasyidin menyatakan, Holding BUMN Industri Pertahanan akan membawa manfaat bagi seluruh anggota holding terutama peningkatan kemampuan anggota holding dalam hal finansial serta akses terhadap pendanaan. Holding juga dipercaya dapat memperluas pasar Indhan ke skala regional dan internasional, termasuk meningkatkan bargaining power dalam kerja sama alih teknologi dengan mitra asing.

"Tanggal 2 Maret 2022 ini merupakan hari lahirnya Holding BUMN Industri Pertahanan dengan brand dan nama Defend ID. Terima kasih kepada Kementerian BUMN dan seluruh stakeholder BUMN Indhan yang terus mendukung proses pembentukan holding ini,” ungkap Bobby.

Bobby juga menjelaskan bahwa pembentukan Holding BUMN Indhan harus menjadi solusi dalam membangun industri nasional yang maju, kuat, mandiri, dan berdaya saing. Tujuan jangka panjang holding ini adalah menciptakan kemandirian alpalhankam (alat peralatan pertahanan dan keamanan) TNI dan Polri, mengintegrasikan industri pendukung C5ISR (Command, Control, Communication, Computer, Cyber, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) dan energetic material, pengembangan supply chain, serta mendukung program prioritas pemerintah.

Pada event ini juga dilakukan penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama Holding BUMN Indhan untuk mensukseskan program-program serta pengembangan Indhan di Indonesia. Anggota holding berkomitmen melaksanakan upaya terbaik dalam melaksanakan program strategis klaster Indhan dan membentuk empat Tim Taskforce guna mendukung pelaksanaannya. 

Pernyataan tersebut ditandatangani oleh kelima direktur utama anggota holding yaitu, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Bobby Rasyidin, Direktur Utama PT Dahana, Wildan Widarman, Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, PT Dirgantara Indonesia, Gita Amperiawan, dan PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod.

Peluncuran Komunitas Milenial Defend ID

Selain penyerahan Akta Inbreng, acara ini juga diisi dengan peluncuran komunitas Milenial Defend ID bernama Young Defend dan talkshow yang dipandu langsung oleh Wakil Menteri I BUMN, Pahala N. Mansury. 

Mengusung tema "Kiprah dan Kolaborasi Millennials Wanita Defend ID”, talkshow menghadirkan perwakilan milenial wanita yang telah menempati posisi strategis di BUMN Indhan masing-masing. Milenial bercerita tentang peluang pengembangan karier untuk karyawan wanita dan peluang kolaborasi antaranggota Defend ID.

Seluruh rangkaian acara disaksikan oleh Komisaris Utama PT Len Industri (Persero), Muhammad Herindra, Deputi Bidang Keuangan & Manajemen Risiko Kementerian BUMN, Nawal Nely, Deputi Bidang Hukum & Perundang-undangan, Carlo B. Tewu, Asisten Deputi Bidang Industri Manufaktur, Liliek Mayasari, Asisten Deputi Bidang Keuangan, Bin Nahadi, Asisten Deputi Bidang Hukum Korporasi, Rini Widyastuti, serta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi anggota Indhan, milenial serta karyawan anggota holding yang hadir secara offline maupun online.

Program Prioritas dan Fokus Bisnis Anggota Defend ID

“Pada fase tahun 2022-2023, spin off operasional bisnis induk holding akan dilakukan secara bertahap. Operasional bisnis di PT Len Industri, baik yang non-pertahanan maupun pertahanan, akan diturunkan kepada entitas anak perusahaannya,” kata Bobby.

Holding akan dapat meminimalisir terjadinya tumpang tindih produk antaranggota Defend ID. Len sebagai induk holding berperan mewujudkan interoperability atau mengintegrasikan elektronik 3 matra TNI baik darat, laut, maupun udara.

Len, PTDI, PAL, Pindad, dan Dahana akan memiliki fokus bisnis dan program prioritas masing-masing setelah holding berjalan, sebagai berikut;

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini