Pertamina NRE dan Perhutani Bersinergi untuk Percepatan Net Zero Emission

Photo Author
Redaksi, Kabar BUMN
- Jumat, 11 Maret 2022 | 17:00 WIB

Kabar BUMN -  Pertamina NRE dan Perhutani bekerjasama untuk mempercepat tercapainya target nol-bersih emisi atau net zero emission tahun 2060. Sinergi antara keduanya ini diwujudkan dalam bentuk upaya penyerapan dan pencegahan pelepasan emisi karbon dari pohon-pohon di area hutan yang dikelola Perhutani Group. 

Akhir tahun 2021 lalu,  nota kesepahaman tentang Dekarbonisasi BUMN telah ditandatangani bersama oleh Pertamina, Perhutani, dan PTPN. Sebagai tindak lanjutnya, Pertamina dan Perhutani kini tengah melakukan tahapan penyelesaian pre-feasibility study untuk proyek nature-based solution (NBS). Sejalan dengan arahan dari Kementerian BUMN, program dekarbonisasi BUMN sektor industri ini bertujuan guna mencapai target Nationally Determined Contribution pada tahun 2030 yang disampaikan dalam gelaran COP26.

“PTPN dan Perhutani dapat mendukung program pengurangan emisi melalui Nature-based climate solution dan bekerja sama dengan BUMN industri yang menghasilkan emisi seperti Pertamina dan PLN untuk mendukung pencapaian target menuju net-zero emission,” ujar Wakil Menteri BUMN I, Pahala N. Mansury.

Sinergi BUMN ini pun disambut baik oleh Pertamina NRE. CEO Pertamina NRE, Dannif Danusaputro, menyampaikan bahwa Pertamina NRE memiliki kompetensi dan resource yang mumpuni untuk melakukan penghitungan penyerapan karbon.

“Sinergi ini bagian dari proyek nature-based solution Pertamina NRE, suatu voluntary solution untuk menghambat perubahan iklim dan memberikan dampak signifikan bagi terwujudnya keberlanjutan melalui pengelolaan kawasan hutan dan ekosistem di sekitar kawasan hutan. Hal ini selaras dengan target pemerintah untuk mencapai net zero emission tahun 2060,” ujar Dannif.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Perhutani, Wahyu Kuncoro menyampaikan, Perhutani group sebagai BUMN bidang Kehutanan mendukung pemerintah dan berperan untuk mengurangi emisi karbon di kawasan hutan Indonesia. "Kehutanan dan pertanian, selain sektor energi dan transportasi merupakan sektor prioritas dalam program dekarbonisasi," ujar Wahyu.

Kini, sebanyak 3 calon lokasi sudah teridentifikasi untuk menjadi NBS di wilayah Perhutani group. Pemilihan lokasi ini berdasarkan high level feasibility study yang dilakukan berdasarkan luasan dan lokasi, vegetasi, trend deforestasi selama 20 tahun terakhir, pola penggunaan lahan saat ini, dan faktor lain meliputi ekonomi serta teknis maupun non teknisnya. Adapun 3 calon lokasi tersebut selanjutnya akan melalui pre-feasibility study dan feasibility study untuk mengetahui kelayakan proyek NBS dimaksud.

Dalam aspirasi jangka panjangnya, Pertamina NRE memiliki 3 pilar strategis, yaitu low carbon solution, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta pengembangan bisnis masa depan di sektor energi. Inisiatif dekarbonisasi yang salah satunya melalui NBS ini terkandung dalam pilar low carbon solution tersebut. Project ini merupakan project jangka menengah yang harus melalui beberapa tahapan, termasuk di antaranya sertifikasi penurunan emisi karbon yang terstandarisasi secara global. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh lembaga internasional yang membuat standar penghitungan emisi, seperti Verra dan Gold Standard.

Posisi strategis Indonesia yang berada di garis khatulistiwa berpotensi menjadi salah satu pemasok forestry-based NBS carbon credit terbesar di dunia. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa lebih dari 51 persen dari total luas area Indonesia merupakan kawasan hutan tropis. Hutan tropis memiliki karakteristik jenis tumbuhan yang terus hijau sepanjang tahun dan relatif tidak tergantung musim. Hal ini semakin mendukung daya penyerapan CO2.

Pertamina NRE sendiri memiliki visi untuk bisa memimpin transisi energi Pertamina, dekarbonisasi nasional serta menjadi green energy champion di Indonesia. Pertamina NRE sebagai perusahaan yang mengedepankan implementasi ESG dalam pengelolaan bisnisnya, sangat berkomitmen untuk bersama dengan pemerintah mewujudkan net zero emission pada tahun 2060.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Terkini