Kabar BUMN - Pertamina telah melakukan persiapan yang cukup dan siap untuk menyalurkan BBM dan LPG. Stok yang ada saat ini sudah memenuhi persyaratan ketahanan pasokan selama periode Idulftri 1443 H, khususnya pada momen puncak arus mudik dan arus balik Lebaran.
Hal itu disampaikan oleh Basuki Trikora Putra selaku Anggota Komite BPH Migas saat melakukan kunjungan kerja ke Integrated Terminal Jakarta, salah satu terminal bahan bakar minyak Pertamina di wilayah Jakarta Utara. Menurutnya, dalam memastikan ketercukupa, Pertamina harus melakukan pemantauan secara intensif dan 24 jam untuk mendeteksi jika terdapat masalah penyaluran, agar segera dapat diatasi.
“Kami mengapresiasi atas segala effort tim Pertamina untuk memberikan pelayanan maksimal, namun kita semua harus beri perhatian kepada dinamika yang terus terjadi di lapangan. Semoga dari mulai hari masa satgas diberlakukan sampai akhir nanti, segala sesuatunya bisa berjalan sesuai rencana,” ungkap Basuki.
Pada kesempatan yang sama, Irto Ginting selaku Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga menjelaskan, Pertamina Patra Niaga telah membentuk Tim Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2022 sejak 11 April 2022 hingga 10 Mei 2022. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan BPH migas selaku regulator untuk memastikan penyaluran BBM aman untuk masyarakat serta turut bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Polri, Jasa Marga, juga Pemerintah Provinsi dan Daerah.
"Pertamina Patra Niaga siap melayani kebutuhan energi masyarakat selama momen Ramadan dan Idulfitri. Semoga momentum mudik bisa berjalan aman dan lancar. Kami juga mengimbau masyarakat untuk memastikan keamanan rumah dan kendaraan saat ditinggalkan. Seperti mencabut regulator kompor gas, mematikan kompor, dan mengecek keamanan kendaraan serta mengisi penuh bahan bakar kendaraan,” tutr Irto Ginting.
Tak hanya itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Waljiyanto akan memastikan bahwa Pertamina telah menyiapkan berbagai langkah untuk melayani masyarakat. “Khusus RAFI, kami memprediksi akan ada peningkatan konsumsi BBM dibandingkan dengan tahun 2019. Oleh karena itu, Pertamina telah mempersiapkan layanan tambahan sebanyak 63 Mobile Dispenser/SPBU Kantong, 25 Unit layanan Modular, 120 Motorist, dan 4 Mini Klinik di rest area yang tersebar di Wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat,” jelasnya.