Kabar BUMN - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 372.459 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek untuk pergi mudik pada Hari Pertama dan Hari Kedua Lebaran yang jatuh pada periode 2 sampai 3 Mei 2022. Data tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol Utama.
Dwimawan Heru selaku Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga menjelaskan, data kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek masih tinggi hingga H2 Lebaran. Secara kumulatif pada H-10 s.d H2, Jasa Marga mencatat 2,1 juta kendaraan meninggalkan Jabotabek, naik 22 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal.
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini naik 40,7 persen jika dibandingkan pada periode November 2021 dengan total 264.801 kendaraan. Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ke tiga arah yaitu mayoritas sebanyak 216.562 kendaraan ke arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 71.683 kendaraan menuju arah Barat (Merak), dan 84.214 kendaraan ke arah Selatan (Puncak).
Adapun rincian lalu lintasnya sebagai berikut:
Arah Timur (Trans Jawa dan Bandung)
- Lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 134.666 kendaraan, meningkat sebesar 136,1 persen dari pantauan normal.
- Selanjutnya, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang sebanyak 81.896 kendaraan.
- Total lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 216.562 kendaraan, naik sebesar 96,9 persen dari lalu lintas normal.
Arah Barat (Merak)
- Kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 71.683 menurun sebesar 22,61 persen dari lalu lintas normal.
Arah Selatan (Puncak)
- Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 84.214 kendaraan, meningkat sebesar 35,4 persen dari lalu lintas normal.
Lebih lanjut Heru menerangkan bahwa menurut data tersebut distribusi terbesar masih menuju ke arah timur, yaitu sebesar 54,5 persen, dengan lebih dari setengahnya menuju ke arah Trans Jawa via GT Cikampek Utama, menuju ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur.
Heru juga mengimbau kepada pengguna jalan atau pemudik untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu-rambu dan ikuti arahan petugas di lapangan. Tak hanya itu, pemudik juga harus memantau kondisi lalu lintas melalui CCTV real time di jalan tol melalui aplikasi Travoy.