Kabar BUMN - PT INKA (Persero) dan KAI Commuter sepakat menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama KAI Commuter, Roppiq Lutzfi Azhar dengan Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro.
Tak hanya itu, penandatanganan MoU ini juga disaksikan oleh Wakil Menteri II Kementerian BUMN RI, Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Sarana Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI Djarot Tri Wardhono, Direktur IMATAP Kementerian Perindustrian RI R. Hendro Martono, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo.
Kartika mengapresiasi kerja sama antara Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, PT KAI dan PT INKA. Menurutnya, perkeretaapian ke depan tidak hanya berfokus kepada pelayanan, safety dan ketepatan waktu saja, tapi juga kepada peningkatan adaptasi teknologi baru.
“Kita terus mendorong kereta barang dan logistik yang dikembangkan oleh KAI agar tidak hanya berfokus kepada penumpang tapi juga pada barang logistik dan supply chain-nya. Dengan penandatanganan ini, supply chain dari produksi dan maintenance kereta ke depannya bisa dikembangkan secara utuh agar bisa melakukan lompatan teknologi seperti kereta cepat maupun integrasi teknologi di LRT,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Budi Novianto mengatakan, penandatangan ini menjadi bentuk sinergi BUMN dengan lingkup kegiatan-kegiatan berkaitan dengan segala persiapan yang diperlukan untuk pengadaan KRL oleh KAI Commuter dan persiapan produksi KRL oleh PT INKA. “KAI Commuter berencana akan melakukan pengadaan sarana baru dan perkiraan jadwalnya pada 2024,” terangnya.
“Selain itu, PT INKA (Persero) juga akan berkomitmen merealisasikan MoU sesuai target dari KAI Commuter tersebut. Rencananya, serta akan menyediakan layanan purna jual seperti penyediaan suku cadang komponennya. Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam penyediaan produk dalam negeri yang andal karya anak bangsa,” jelas Budi.
Sementara Didiek Hartantyo selaku Direktur Utama KAI, menuturkan bahwa penandatanganan ini menjadi pedoman bersama antara KAI, dalam hal KAI Commuter, dan INKA dalam mempersiapkan rencana pengadaan 16 rangkaian KRL dengan baik dan komprehensif serta berlandaskan kepada Good Corporate Governance, termasuk memastikan agar pengadaan dilaksanakan dengan tepat kualitas dan tepat waktu.
“Sejalan dengan antusiasme masyarakat, maka rencana Pengadaan Sarana KRL yang akan dilaksanakan KAI Commuter dan INKA tidak terlepas dari pesan Presiden untuk membangun transportasi efisien, ramah lingkungan, terjangkau oleh masyarakat, serta dengan mempertimbangkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi standar ke depan,” tutup Didiek.