Urai Kemacetan, Kemenhub Sebut LRT Jabodebek Beroperasi Tahun Ini

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Jumat, 13 Mei 2022 | 12:06 WIB

Kabar BUMN -  LRT Jabodebek diharapkan dapat mengurai kemcetan serta meningkatkan minat masyarakat khususnya menggunakan angkutan umum massal. Hal ini dikarenakan LRT dapat memudahkan aksesibilitas serta integrasi masyarakat dalam bepergian.

Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan mengatakan, pembangunan LRT Jabodebek ini merupakan upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah transportasi perkotaan di Jabodetabek. Menurutnya, Jabodetabek masih berkutat dengan isu kemacetan yang menjadi penyebab utama adalah kendaraan pribadi.

“Kemudahan mengakses dan integrasi antarmoda menjadi kunci, sehingga pada 2015 Presiden Jokowi melakukan groundbreaking pembangunan LRT Jabodebek untuk menandai dimulainya pembangunan LRT. Tahun ini, pemerintah menargetkan LRT Jabodebek dapat beroperasi,” kata Menhub, Budi.

Selain itu, demi menyukseskan rencana pemerintah ini, Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Harno Trimadi menjelaskan, Kemenhub memfasilitasi tiga pihak pengguna lRT, yaitu pejalan kaki dan pesepeda, pengguna angkutan umum lain, dan pengguna angkutan pribadi. LRT Jabodebek akan diintegrasikan dengan Stasiun Kereta Cepat di Halim.

“Sementara, untuk memudahkan akses menuju Stasiun LRT Jabodebek, akan dibangun sejumlah fasilitas pendukung baik dalam jangka pendek, seperti: akses jembatan, tangga, eskalator, serta lift. Maupun jangka panjang seperti: park and ride, perbaikan geometri jalan, dan pelebaran jalan,” terang Harno Trimadi.

Penumpang LRT Jabodebek ditargetkan mencapai 100 ribu orang per hari dan headway 6 menit sekali. Stasiun Cawang akan menjadi hub-nya yang diprediksi terjadi pergerakan paling besar di stasiun ini yaitu sekitar 79 ribu pergerakan per hari.

“LRT Jabodebek memiliki panjang lintasan 44,43 km dan 18 titik stasiun pemberhentian. Waktu tempuh yang lebih cepat, kepastian jadwal dan kenyamanan dalam LRT, menjadi keunggulan yang diharapkan membuat masyarakat beralih ke transportasi umum,” tutup Harno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini