Bank Mandiri Perkuat Bisnis Wholesale

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Jumat, 13 Mei 2022 | 18:31 WIB

Kabar BUMN -  Bank Mandiri terus fokus mengembangkan penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan dan infrastruktur demi mempercepat pertumbuhan ekonomi. Upaya ini sejalan dengan langkah Pemerintah dalam peningkatan pembangunan di Indonesia lewat implementasi Proyek Strategis Nasional.

“Dari data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas setidaknya terdapat sebanyak 201 proyek dan 10 program dalam Proyek Strategis Nasional Terbaru yang tersebar di luar Pulau Jawa. Oleh arena itu, Bank Mandiri tengah mengoptimalkan penyaluran kredit ke segmen wholesale, yang menjadi keunggulan bisnis perseroan,” terang Rudi As Aturridha selaku Corporate Secretary Bank Mandiri.

Hal itu dibuktikan dari penyaluran kredit Bank Mandiri yang menembus Rp1.072,9 triliun di kuartal I 2022, tumbuh 8,93 persen secara year on year (YoY). Segmen wholesale yang menjadi core competence Bank Mandiri juga mampu mencatat pertumbuhan sebesar 7 persen secara YoY, atau mencapai Rp549,8 triliun di akhir Maret 2022.

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit wholesale Bank Mandiri ditopang oleh beberapa sektor unggulan seperti proyek pemerintah (government) yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 19 persen per Maret 2022 secara tahunan. Selain itu, sektor makanan dan minuman serta energi dan air juga tumbuh membaik masing-masing sebesar 18 persen dan 14 persen secara YoY pada akhir Maret 2022 lalu.

“Dukungan Bank Mandiri terhadap pemerataan ekonomi di Tanah Air juga diwujudkan lewat pembiayaan ke proyek infrastruktur.  Hingga Maret 2022, Bank Mandiri, telah berhasil menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur sebesar Rp 226,8 triliun, tumbuh sebesar 2,93% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” tambahnya.

Budi menambahkan, pembiayaan dari Bank Mandiri disalurkan ke dalam proyek pembangunan yang sebagian besar digagas oleh pemerintah antara lain sektor konstruksi, jalan, migas, energi terbarukan, transportasi dan lain-lain, termasuk untuk pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan laut dan jalur kereta api yang sudah dimanfaatkan masyarakat saat periode cuti bersama  Lebaran.

Dari nilai tersebut, pembiayaan yang telah disalurkan untuk pembangunan jalan mencapai Rp41,7 triliun dan untuk pembangunan transportasi sebesar Rp57,7 triliun. Melihat pencapaian yang positif ini, Bank Mandiri optimis target pertumbuhan kredit di tahun ini dapat terealisasi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Pada kesempatan yang sama,  Andry Asmoro selaku Chief Economist Bank Mandiri menjelaskan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor infrastruktur memiliki andil yang cukup besar. “Proyek infrastruktur memiliki multiplier effect yang besar dalam perekonomian termasuk penciptaan kesempatan kerja,” jelasnya.

Andry mencontohkan, dari hasil riset Tim Ekonom Bank Mandiri pada pertengahan 2021 sektor konstruksi berhasil mempekerjakan lebih dari 8,29 juta orang. Secara jangka menengah dan panjang, pembangunan infrastruktur juga bisa berdampak positif bagi industri turunannya seperti pengadaan listrik dan gas, penyediaan akomodasi makan dan minum, transportasi dan pergudangan hingga industri pengolahan dan properti.

“Sejalan dengan keberhasilan Pemerintah dalam penanganan COVID-19, proyek infrastruktur di tahun 2022 akan semakin masif dan optimal. Sehingga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah,” imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini