Kabar BUMN - PT PLN (Persero) mendukung peningkatan kinerja ekspor nasional dengan memenuhi kebutuhan listrik industri pengolahan porang dan turunannya. Hal itu dibuktikan melalui penyambungan baru listrik pada PT Mitra Porang Nusantara Daya 197 kilovolt ampere (kVA) dan perubahan daya dari 10,6 kVA menjadi 197 kVA.
“Daya mampu listrik di Riau mencapai 1.066,9 megawatt (MW) dan beban puncak 942 MW. Hal tersebut menandakan Provinsi Riau memiliki daya surplus sebesar 124,9 MW. Dengan kondisi ini kami harapkan para investor tidak perlu meragukan ketersediaan pasokan listrik di Provinsi Riau,” terang Hartono selaku General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (UIWRKR).
Lebih lanjut Hartono menjelaskan bahwa porang merupakan salah satu komoditas yang menjadi unggulan sangat terbuka pasarnya di dalam maupun luar negeri. Tak hanya itu, listrik sebagai energi dasar yang mendukung produktivitas, akan sangat membantu peningkatan kapasitas industri.
Sehingga, dengan adanya pabrik porang yang akan beroperasi menggunakan listrik PLN di Provinsi Riau, dapat meningkatkan produksi pengolahan porang. “Listrik ini tentu akan sangat dinantikan oleh para petani porang baik yang berada di Riau maupun provinsi tetangga,” tambah Hartono.
Selain itu, Ryan Adidharma Audwinto selaku Direktur PT Mitra Porang Nusantara mengapresiasi proses penyambungan baru dan permohonan tambah daya yang dilakukan PLN. “Kami berterima kasih atas pelayanan yang diberikan PLN karena dengan kondisi saat ini listrik di pabrik pengolahan porang ini telah tercukupi untuk bisa beroperasi pada bulan Mei,” tambah Ryan.