Ada Wabah PMK, Stok Hewan Ternak untuk Iduladha 2022 Tetap Aman

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Senin, 16 Mei 2022 | 20:17 WIB

Kabar BUMN -  Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tidak memengaruhi stok hewan ternak untuk perayaan Iduladha 2022. Stok ternak ruminansia yaitu: sapi, kerbau, kambing, dan domba secara nasional disebut sangat mencukupi.

“Mengacu pada data nasional 2021, populasi sapi potong mencapai 18 juta, kerbau 1,2 juta, kambing 19,2 juta, dan domba 17,9 juta ekor. Stok untuk pasukan hewan kurban tahun ini seharusnya aman,” ungkap Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri.

Lebih lanjut Kuntoro membeberkan, data pada penyelenggaraan kurban 2021 total penyembelihan hewan kurban tercatat sebanyak 1,7 juta ekor yang terdiri dari 609,5 ribu ekor sapi, 14,2 ribu ekor kerbau, 281,3 ribu ekor kambing, dan 750,6 ribu ekor domba.

“Tingkat kematian ternak akibat PMK pun tergolong sangat kecil, yaitu sekitar 2 persen. Sehingga secara populasi, stok ternak kita untuk kebutuhan pemotongan hewan kurban masih cukup aman,” jelasnya. Tak hanya itu, Kuntoro mengimbau masyarakat agar tidak panik dan khawatir tentang kemungkinan penularan PMK ke manusia.

Hal itu dikarenakan, PMK bukan penyakit yang dapat menular atau membahayakan manusia. Daging ternak yang positif PMK masih dapat dikonsumsi selama dimasak dengan benar. Memahami kekhawatiran tersebut, Kuntoro menyebutkan pihak Kementan akan terus menyosialisasikan pencegahan penularan PMK melalui pemotongan hewan kurban yang baik di daerah wabah, tertular, terancam, dan bebas.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, ormas keagamaan, maupun pemerintah daerah untuk mempersiapkan penyelenggaraan ibadah kurban tahun ini agar berjalan lancar,” jelas Kuntoro.

Pemerintah juga melakukan sejumlah strategi untuk mengatasi wabah PMK, . Salah satunya yang dilakukan oleh Holding Pangan ID FOOD melalui anak usaha sektor peternakan PT Berdikari. Frans Marganda Tambunan selaku Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, mengatakan, ID FOOD terus melakukan pengawasan dan monitoring serta sosialisasi pencegahan kepada seluruh mitra ID FOOD Group termasuk kepada Asosiasi Pedagang dan Mitra Peternak.

“Sosialisasi pencegahan yang dilakukan ID FOOD beberapa diantaranya tidak melakukan pemasukan ternak di wilayah yang terduga terdampak PMK, melakukan tindakan karantina atau isolasi terhadap ternak yang baru datang atau pindah dari lokasi kandang lain, serta menggunakan prosedur biosecurity yang ketat pada wilayah kawasan peternakan yang dikelola anak usaha Holding PT Berdikari member of ID FOOD, dan vaksin pada ternak sapi maupun domba,” jelas Frans.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini