Jokowi: Ekspor Minyak Goreng Dibuka Kembali 23 Mei 2022

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:34 WIB

Kabar BUMN -  Pemerintah memutuskan untuk membuka kembali ekspor minyak goreng mulai 23 Mei 2022. Keputusan tersebut dilihat dari kondisi saat ini melalui pasokan dan harga minyak goreng. Tak hanya itu, mempertimbangkan juga para tenaga kerja dan petani di industri sawit.

“Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang yang bekerja di industri sawit, baik petani hingga tenaga pendukung lainnya, sehingga saya memutuskan untuk mengekspor kembali minyak goreng yang dibuka pada Senin, 23 Mei mendatang,” jelas Jokowi selaku Presiden RI.

Beliau pun menegaskan, pemerintah akan terus memantau serta mengawasi dengan ketat agar ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau di Indonesia terpenuhi dengan baik. "Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap terpenuhi dengan harga terjangkau," ujarnya.

Sejak kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng diterapkan, pemerintah terus memantau dan mendorong berbagai langkah untuk memastikan ketersediaan minyak goreng agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Negara.

"Berdasarkan pengecekan langsung di lapangan dan laporan yang diterima, Presiden menyampaikan, pasokan minyak goreng terus bertambah. Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton," ungkapnya."Berdasarkan pengecekan langsung di lapangan dan laporan yang diterima, Presiden menyampaikan, pasokan minyak goreng terus bertambah. Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton," ungkapnya.

Namun, menurutnya, setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan kita mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan. Selain itu, Jokowi juga menjelaskan, terdapat penurunan harga rata-rata minyak goreng secara nasional.

"Pada bulan April, sebelum pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional minyak goreng curah berkisar kurang lebih Rp19.800, dan setelah adanya pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional turun menjadi Rp17.200–Rp17.600. Penambahan pasokan dan penurunan harga tersebut merupakan usaha bersama-sama kita, baik dari pemerintah, BUMN, dan juga swasta," jelas Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menerangkan, walaupun memang ada beberapa daerah yang diketahui bahwa harga minyak gorengnya masih relatif tinggi, tapi beliau meyakini dalam beberapa minggu ke depan harga minyak goreng curah akan makin terjangkau menuju harga yang telah ditentukan karena ketersediaannya makin melimpah.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada para petani sawit atas pengertian dan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang diambil untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Selain itu, beliau juga akan menyelidiki serta menindaktegas adanya dugaan penyelewangan seperti yang ramai diperbincangkan oleh masyarakat.

"Di sisi lain, mengenai dugaan adanya pelanggaran dan penyelewengan dalam distribusi dan produksi minyak goreng, saya telah memerintahkan aparat hukum kita untuk terus melakukan penyelidikan dan memproses hukum para pelakunya. Saya tidak mau ada yang bermain-main yang dampaknya mempersulit rakyat, merugikan rakyat,” tegas Jokowi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini