Kenalan dengan Jalur Sepur Normal di Indonesia

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Senin, 23 Mei 2022 | 22:35 WIB

Kabar BUMN -  Standard Gauge atau sepur normal yang dipakai di Inoonesia ternyata sudah dipakai sejak masa kolonial. Saat itu, jalur Semarang-Vorstenland-en (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen menjadi sejarah perkeretaapian di Indonesia dimulai.

Pencangkulan pertama pada desa tersebut Oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet van de Beele pada 17 Juni 1864. Pembangunan dilaksanakan oleh perusahaan swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) menggunakan lebar sepur 1435 mm di beberapa rute yang mereka kelola pada 10 Agustus 1867.

Selain itu, rute lain yang menggunakan lebar rel (gauge) 1.435 mm lainnya adalah Kedungjati-Tuntang-Ambarawa (37 km), Yogyakarta-Srandakan (23 km), randakan-Ngabean-Palbapang-Brossot-Sewugalur (5 km), Ngabean-Pasargedeh-Pundung (27 km).

Untuk beroperasi di lebar sepur 1.435 mm NIS mendatangkan 3 lokomotif uap tipe C2-Lt, yang didatangkan dari pabrik Hanormag, Jerman. Ketiga lokomotif tersebut diberi nomor NIS 105, NIS 106, dan NIS 107. Di masa modern, lebar sepur 1.435 mm juga dipakai untuk rute kereta api Makassar-Parepare yang merupakan bagian dari rencana kereta api Trans Sulawesi.

Menurut Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan, progres kontruksi jalan tersebut sudah mencapai 89 persen dan diperkirakan akan rampung pada Oktober 2022. Selain itu, pada 3 November 2016, pemerintah kembali mengoperasikan KA Perintis Aceh yang bernama KA Cut Meutia dengan rute Stasiun Krueng Mane-Stasiun Bungkaih dan Krueng Geukueh.

Jalur keretanya menggunakan standard gauge 1.435 mm sepanjang 11,3 km dengan waktu tempuh 32 menit dengan tarif Rp2.000. Selain itu, pada LRT Jabodebek juga menggunakan standard gauge 1.435 mm. LRT ini memiliki beban gandar 12 ton, sehingga diharapkan akan lebih stabil dan kereta dapat melaju dengan kecepatan yang lebih tinggi serta beban angkut yang lebih banyak.

LRT Jakarta juga menggunakan lebar sepur berjenis standard gauge 1.435 mm. LRT Jakarta adalah sistem lintas rel terpadu yang beroperasi di DKI Jakarta. Saat ini, LRT Jakarta memiliki jalur sepanjang 58 km yang melayani enam stasiun. LRT Jakarta ini juga dimiliki dan dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kereta selanjutnya yang menggunakan standard gauge 1.435 mm adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). KCJB ini memiliki panjang transe 142,3 km yang terbentang dari Jakarta hingga Bandung. Dari total panjang trase kereta cepat, lebih dari 80 km di antaranya memiliki struktur elevated sedangkan sisanya berupa 13 tunnel dan subgrade.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini