Kabar BUMN - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyiapkan skema penerapan uji coba masuk tol tanpa menggunakan kartu e-toll atau tanpa sentuh. Inovasi ini sebagai bentuk transformasi digital di Jalan Tol dengan konsep Intelligent Toll Road System (ITRS).
“inovasi penerapan teknologi transaksi nirsentuh di Jalan Tol atau dikenal Multi Lane Free Flow (MLFF) atau sistem pembayaran tol tanpa kartu ini rencananya akan digunakan mengaplikasikan Electronic On-Board Unit atau dikenal dengan E-OBU, dan perangkat Elektronic Route Tiket,” terang Kepala BPJT, Danang Parikesit.
Lebih lanjut, Danang menjelaskan, perangkat tersebut nantinya akan dipasang di kendaraan yang kemungkinan bakal terintegrasi dengan smartphone pemilik kendaraan. Para pengguna jalan pun nantinya bisa memilih titik masuk dan keluar sesuai rute perjalanan sekali pakai.
“Kami berharap, dengan sistem tersebut pengguna akan lebih nyama dalam perjalanan melalui efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan. Sehingga antrean tidak lagi terjadi di pintu tol yang membuat konsumsi bahan bakar berlebih,” jelas Danang.
Danang mengungkapkan, melalui terobosan baru ini pemerintah berharap nantinya operator tol bisa memulai proses implementasi akhir tahun 2022, sehingga MLFF dapat dilaksanakan pada 2023 atau 2024 serta bergantung pada hasil uji coba MLFF di Desember mendatang.
“Tidak semuanya langsung berubah. Semuanya akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan dalam mengadaptasi teknologi baru dengan menerapkan sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik," tutup Danang.