Mandiri Proyeksi Kredit Perbankan Tahun Ini Akan Tumbuh 7,5 Persen

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Jumat, 27 Mei 2022 | 17:21 WIB

Kabar BUMN -  Salah satu bank pelat merah, Bank Mandiri memperkirakan kredit perbankan tahun ini akan tumbuh sebesar 7,5 persen. Hal ini dilihat dari data Statistik Perbankan Indobesia (SPI) terbaru, kredit perbankan pada Februari 2022 tumbuh sebesar 6,3 persen year-of-year (yoy), dengan nilai total kredit sebesar Rp5.762,4 triliun.

Andry Asmoro selaku Chief Economist
Bank Mandiri menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit tersebut merupakan yang tertinggi sejak April 2020. Sebagai catatan, kredit kembali tumbuh positif sejak Juni 2021 dan terus terakselerasi setelah mengalami kontraksi berturut-turut sejak Oktober 2020.

"Secara month-over-month (mom), kredit pada Februari 2022 meningkat sebesar 0,9 persen dan membaik dibandingkan Januari 2022 yang terkontraksi sebesar -1,0% mom. Tak hanya itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam siaran persnya juga menyatakan, kredit pada Maret 2022 masih tumbuh lebih tinggi lagi sebesar 6,7 persen yoy, namun belum terdapat uraian detail terkait kinerja kredit bulan Maret 2022 tersebut," terang Andy.

Lebih lanjut Andy menjelaskan, pertumbuhan kredit lapangan usaha dan kredit konsumsi meningkat pada Februari 2022. Secara total, kredit lapangan usaha tumbuh lebih tinggi pada Februari 2022 yaitu sebesar 6,8 persen yoy, dibandingkan Januari 2022 yang tumbuh 6,1 persen yoy. Penyaluran kredit ke sektor-sektor utama lapangan usaha tumbuh meningkat, yaitu sektor perdagangan besar dan eceran (5,9 persen yoy Februari 2022 vs 4,2 persen yoy Januari 2022); industri pengolahan (9,2 persen yoy Februari 2022 vs 9,0 persen yoy Januari 2022); pertanian, perburuan dan kehutanan (8,6 persen yoy Februari 2022 vs 8,1 persen yoy Januari 2022); dan konstruksi (1,3 persen yoy Februari 2022 vs 0,7 persen yoy Januari 2022).

Sementara itu, pertumbuhan kredit sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi melambat dari 11,1 persen yoy pada Januari 2022 menjadi 8,8 persen yoy pada Februari 2022. Sebagai tambahan, pertumbuhan kredit sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan meneruskan tren pertumbuhan positif sejak Desember 2021 dan terakselerasi hingga 3,4 persen yoy pada Februari 2022 (vs 2,6 persen yoy Januari 2022). Sebaliknya, pertumbuhan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial terkontraksi lebih dalam (-2,3 persen yoy Februari 2022 vs -1,1 persen yoy Januari 2022) setelah sempat tumbuh positif pada Desember 2021 (0,9 persen yoy).

"Kredit konsumsi secara total juga tumbuh lebih tinggi, dari 5,8 persen yoy pada Januari 2022 menjadi 6,1 persen yoy pada Februari 2022. Sebagian besar kredit konsumtif tumbuh membaik. Pada Februari 2022 kredit untuk pemilikan rumah tinggal dan pemilikan flat/apartemen tumbuh lebih tinggi dibandingkan Januari 2022, dari 9,9 persen yoy menjadi 10,1 persen yoy dan dari 13,8 persen yoy menjadi 13,9 persen yoy," kata Andy.

Andy menambahkan, pertumbuhan kredit untuk pemilikan kendaraan bermotor membaik meskipun masih tumbuh negatif sebesar -0,9 persen yoy pada Februari 2022 (vs -3,1 persen yoy Januari 2022), sedangkan pertumbuhan kredit untuk pemilikan ruko atau rukan terkontraksi lebih dalam sebesar -4,0 persen yoy pada Februari 2022 dari bulan sebelumnya yang sebesar -3,8 persen yoy.

Kualitas kredit membaik pada Februari 2022. Non Performing Loan (NPL) per Februari 2022 tercatat sebesar 3,08 persen sedikit menurun dibandingkan Januari 2022 yang sebesar 3,10 persen. Perbaikan kualitas kredit terjadi pada kredit sektor lapangan usaha dengan NPL yang menurun dari 3,63 persen pada Januari 2022 menjadi 3,60 persen pada Februari 2022. Sebagai tambahan, NPL tertinggi pada Februari 2022 pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum (6,46 persen), diikuti sektor perikanan (6,13 persen) dan industri pengolahan (5,08 persen).

Sementara itu, NPL kelompok kredit rumah tangga sedikit meningkat dari 1,84 persen pada Januari 2022 menjadi 1,85 persen pada Februari 2022. NPL tertinggi kredit rumah tangga per Februari 2022 masih terjadi di kelompok kredit pemilikan ruko atau rukan sebanyak 4,83 persen. Pada siaran pers singkat OJK mengenai perkembangan kredit yang sudah sampai bulan Maret 2022, NPL per Maret 2022 tercatat mengalami penurunan ke level 2,99 persen.

Bank Mandiri memperkirakan tren peningkatan pertumbuhan kredit perbankan masih akan berlanjut pada tahun 2022 seiring pemulihan ekonomi. Penurunan kasus COVID-19 yang signifikan dan tetap terkendali pasca libur Lebaran, disertai akselerasi program vaksinasi nasional akan memperkuat keyakinan konsumen dan meningkatkan mobilitas masyarakat untuk menggerakkan perekonomian lebih cepat. Aktivitas ekonomi yang meningkat akan mendorong permintaan kredit lebih tinggi ke depan, terutama untuk ekspansi bisnis dan memenuhi biaya operasional perusahaan yang kembali berjalan normal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini