Kabar BUMN - PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading Pertamina sebagai badan usaha yang menjalankan penugasan program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga, mencatat pada periode minggu ketiga bulan Maret 2022 telah tersedia 328 lembaga penyalur yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Adapun penyebarannya tercatat sebanyak 63 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang berada di wilayah Papua, 56 titik di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, 48 titik di Maluku, 32 titik di Sulawesi, 71 titik di Kalimantan, 53 titik di wilayah Sumatera, serta 5 titik di Pulau Jawa dan Bali.
Sejak tahun 2017, implementasi kebijakan BBM Satu Harga terfokus untuk wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Dimana sebelumnya, wilayah 3T ini merupakan wilayah yang belum terjamah akses energi sama sekali. Sehingga untuk dapat mencapai titik 3T, Pertamina Patra Niaga menyalurkan melalui moda transportasi darat, laut, dan udara, juga turut bekerjasama dengan berbagai pihak.
Alfian Nasution selaku Direktur Utama Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa jumlah lembaga penyalur BBM Satuj Harga terus mengalami peningkatan. Ini akan mewujudkan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia. Perseroan akan terus memastikan distribusi dan ketersediaan pasokan bahan bakar ke SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum – red) BBM Satu Harga berjalan dengan lancar, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas.
“Komitmen ini dilakukan agar masyarakat bisa terus mendapatkan akses BBM dengan harga yang terjangkau, serta turut mendorong perekonomian di daerah 3T. Dalam menjalankan amanah penugasan dari pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) itu, Pertamina Patra Niaga turut menghadapi tantangan yang cukup besar dalam proses penyaluran BBM hingga ke daerah 3T,” tutur Alfian.
Lebih lanjut Alfian mengungkapkan, pendistribusian BBM Satu Harga ini dilakukan ke seluruh Indonesia. Sehingga, untuk sampai ke titik 3T, tak jarang prosesnya melewati medan yang cukup sulit seperti pegunungan hingga sungai. Proses pendistribusian ini melalui beberapa kali penggantian moda transportasi seperti mobil tangki di darat, kapal dan melalui pesawat udara.
“Selain itu, para tim juga berjuang untuk menerjang kondisi cuaca dan curah hujan yang tinggi. Walaupun dengan adanya tantangan tersebut, kami terus berkomitmen untuk melaksanakan amanah ini. Pertamina juga turut menggandeng mitra yang berminat untuk membuka SPBU BBM Satu Harga untuk membawa Indonesia lebih maju melalui penyaluran energi hingga pelosok negeri, di lokasi yang sudah ditentukan,” tutup Alfian.