“Oleh karena itu, diperlukan adanya sinergi antara standar syariah dan teknis untuk menunjukkan bahwa syariah mencakup segalanya dan sekaligus mengangkat pentingnya standar teknis ilmiah,” ujar Prof. Dr. Al-Duweiny.
Ia juga menyampaikan bahwa industri halal, sebagai pasar yang menjanjikan, dapat berkontribusi secara signifikan dalam mencapai keberlanjutan ekonomi.
Keberlanjutan ekonomi ini sejalan dengan standar dan industri halal, yang bertujuan mencapai pembangunan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara bijaksana tanpa mengurangi hak generasi mendatang.
Dengan kata lain, ajaran Islam membantu masyarakat menghindari berbagai masalah, karena nilai-nilai dan etika Islam merupakan jaminan nyata untuk membangun masyarakat yang stabil secara ekonomi, maju dalam peradaban, dan memiliki integritas moral.
Baca Juga: Berkat Program Desa Berdaya PLN, Pelaku Usaha Mikro Kecil di Martapura Mampu Perluas Usaha
Prof. Dr. Al-Duweiny mengungkapkan bahwa di tengah berbagai tantangan ekonomi yang mempengaruhi stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat saat ini, industri halal dapat memainkan peran penting dalam mengatasi masalah-masalah tersebut.
Caranya antara lain dengan mendorong investasi berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas produk dengan standar yang ketat.
Produk-produk yang dihasilkan oleh industri halal umumnya memiliki kualitas yang lebih baik, lebih aman, dan lebih sehat bagi konsumen. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar bagi produk halal.
“Selanjutnya adalah meningkatkan keadilan ekonomi, dengan mengikuti prinsip-prinsip syariah, industri halal memastikan bahwa transaksi ekonomi dilakukan secara adil dan transparan, yang akan mengurangi ketidaksetaraan dan meningkatkan keadilan sosial."
Baca Juga: Pertamina Grand Prix of Indonesia 2024, Ajang Promosi Sportainment Berkelas Dunia
"Terakhir adalah mendorong inovasi. Industri halal dapat mendorong inovasi dalam berbagai bidang, termasuk teknologi, kesehatan, dan pendidikan, yang akan membantu menciptakan solusi baru untuk tantangan ekonomi dan sosial,” tutupnya.
Seminar Internasional bertajuk “Collaborative Framework for Holistic Islamic Ecosystem” dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai latar belakang.
Dengan dukungan dan partisipasi yang luas, BSI yakin seminar ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap ekosistem Islam dalam dunia pendidikan.***
Artikel Terkait
Catat! Begini Mekanisme Promo Cashback 25% Tiket Kereta Api di Bank Mualamat, BSI, dan BNI
BSI Siap Gelar International Expo 2024, Hadirkan Pameran dengan Lebih dari 270 Tenant UMKM
Info Beasiswa BUMN, Pendaftaran BSI Scholarship 2024 Telah Dibuka, Simak Syarat Serta Cara Daftarnya
Sehat dan Aman Dikonsumsi, Sebanyak 9.390 Hewan Kurban Disalurkan BSI pada Momen Idul Adha 2024
Buka BSI International Expo 2024, Wapres: BSI Dorong Arus Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional