Kabar BUMN - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah menegaskan stok untuk produk BBM subsidi maupun non subsidi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam keadaan aman. Hal tersebut dikemukakan oleh Brasto Galih Nugroho selaku Area Manager Communication, Relation & Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga.
"Saat ini secara umum stok BBM di Fuel Terminal Jawa Tengah dan DIY mencapai 12 hari dan angka tersebut belum termasuk stok yang berada di kilang dan kapal. Ketahanan stok tersebut bagus sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Selain stok aman, Pertamina juga dilengkapi dengan PICC (Pertamina Integrated Command Center) yang dapat memantau proses distribusi dan penyaluran secara real time,” terang Brasto.
Pemantauan secara real time seperti monitoring sales atau penjualan, monitoring stok yang tersedia di SPBU, monitoring penerimaan BBM saat bongkar muat dari mobil tangki (MT), dan mengembangkan penjadwalan otomatis dalam pengiriman BBM ke SPBU. Lebih lanjut Brasto menambahkan, Pertamina memiliki pola distribusi RAE (reguler, alternatif dan emergency).
Pola distribusi tersebut untuk mengantisipasi kondisi tidak normal dan emergency (darurat) untuk tetap memastikan ketersediaan BBM di seluruh wilayah tetap berjalan dalam kondisi apapun. Tak hanya itu, peningkatan konsumsi BBM di wilayah Jawa Tengah dan DIY mengalami peningkatan dilihat dari tingginya geliat perekonomian, aktivitas pariwisata, dan adanya beberapa event besar yang dilaksanakan.
“Saat ini rata-rata konsumsi harian BBM jenis gasoline (Pertalite dan Pertamax Series) di Jawa Tengah sebesar 11.283 kiloliter dan untuk wilayah DIY konsumsi gasoline rata rata hariannya sebesar 1.809 kiloliter. Ini ada peningkatan konsumsi BBM Penugasan (Pertalite) di tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 di Jawa Tengah dan DIY, yaitu berkisar 28 % dari sebelumnya 8.586 kiloliter per hari, saat ini menjadi 11.025 kiloliter per hari,” jelas Brasto.
Brasto menambahkan bahwa ketahanan stok untuk Pertalite sangat aman. Per hari ini (23/8), stoknya di Fuel Terminal Jawa Tengah dan DIY mendekati 9 hari (belum termasuk stok di kilang dan kapal). “Jadi masyarakat tidak perlu khawatir dan kami mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM sesuai dengan kebutuhan. Bagi konsumen yang mampu agar dapat membeli BBM non subsidi sesuai spesifikasi kendaraan,” tutupnya.