Cegah Penyebaran Cacar Monyet, Bandara Soekarno-Hatta Perketat Pengawasan

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Senin, 29 Agustus 2022 | 21:31 WIB
Angkasa Pura II Sambut 3,42 Juta Pemudik di 20 Bandara
Angkasa Pura II Sambut 3,42 Juta Pemudik di 20 Bandara

Kabar BUMN - Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan kesehatan terhadap petugas dan penumpang pesawat yang tiba dari luar negeri maupun yang melakukan perjalanan dalam negeri. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit cacar monyet (monkeypox).

Pengawasan kesehatan ini dilakukan secara bersama oleh seluruh lintas sektor yang ada di Bandara Soekarno-Hatta berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara Soekarno-Hatta (KKP Kementerian Kesehatan) dengan didukung oleh PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta yang menyediakan fasilitas sarana dan prasarana.

Menurut Darmawali Handoko selaku Kepala KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta mengatakan bahwa pengawasan kesehatan dilakukan dengan pengamatan visual pada gejala monkeypox bagi awak dan penumpang pesawat internasional yang baru mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dan domestik yang berangkat dan datang.

"Gejala utama monkeypox adalah adanya ruam merah kulit di sekitar wajah dan anggota badan lainnya serta adanya bengkak kelenjar getah bening di area sekitar leher. Selain itu gejala yang mungkin saja terjadi antara lain suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius, nyeri sendi dan otot, serta tampak kurang sehat. Hal ini berbeda dengan COVID-19 di mana demam masih menjadi salah satu gejala utama, " jelas Darmawali.

Lebih lanjut Darmawali menerangkan bahwa pengawasan terhadap tanda dan gejala visual tersebut sebagian besar juga dapat terdeteksi pada saat pelaku perjalanan melakukan proses check-in untuk memproses keberangkatan. Tak hanya itu, pada pemeriksaan security kedua setelah proses check-in juga dilakukan pemeriksaa dengan meminta pelaku perjalanan membuka masker, dan proses pemeriksaan Imigrasi saat pelaku perjalanan melakukan pemeriksaan paspor dan termasuk juga awak pesawat yang harus melalui thermal scanner serta pengamatan secara visual. 

“Apabila petugas bandara menemukan tanda dan gejala monkeypox dapat langsung melaporkan kepada petugas KKP dan petugaa KKP akan melakukan pemeriksaan mendalam. Jika mengarah kepada gejala monkeypox, penumpang akan dilakukan prosedur tatalaksana dan dirujuk ke rumah sakit jika diperlukan,” tuturnya.

Selain itu, KKP Kemenkes bersama dengan seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta juga melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyebaran monkeypox. Agus Haryadi selaku Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta menjelaskan bahwa AP II sebagai pengelola bandara mendukung penuh upaya pencegahan penyebaran monkeypox.

"Penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta saat ini dilayani melalui Terminal 3 dan sudah dilengkapi thermal scanner yang dapat mendeteksi suhu tubuh setiap awak dan penumpang pesawat secara bersamaan. Ketika mereka baru mendarat dari luar negeri dipastikan akan melalui thermal scanner dan pengamatan secara visual,” ujar Agus.

Agus menambahkan jika awak dan penumpang diketahui memiliki suhu di atas yang telah ditetapkan, maka thermal scanner akan memberi peringatan kepada personel KKP Kemenkes. Bandara Soekarno-Hatta juga menyiapkan ruang isolasi yang dilengkapi berbagai peralatan dan perlengkapan guna tempat isolasi apabila ada awak dan penumpang pesawat yang suspek terpapar monkeypox.

“Kami bersalam seluruh stakeholder Bandara Soekarno-Hatta berkolaborasi dan bersinergi penuh untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran monkeypox,” tutup Agus.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini