Kabar BUMN - PT Angkasa Pura II dan PT Angkasa Transportindo Selaras (ATS) memastikan kesiapan Bandara Halim Perdanakusuma untuk kembali melayani penerbangan komersial yang sudah dimulai sejak 1 September silam. ATS bersama dengan AP II bersinergi dalam memastikan layanan penerbangan komersial di bandara agar berjalan lancar.
Hal ini berguna untuk memperkuat konektivitas udara nasional. AP II dan ATS. Penandatanganan Perjanjian Induk (Head of Agreement) Tentang Kerjasama Pengelolaan dan Pengoperasian Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma dilakukan pada 31 Agustus silam oleh President Director AP II Muhammad Awaluddin.
Menurutnya, Bandara Halim Perdanakusuma menjadi etalase pintu masuk Jakarta yang merupakan salah satu kota besar di dunia. “Kita ingin membangun kebandarudaraan bersama-sama. Kita akan membangun Bandara Halim Perdanakusuma untuk kemajuan Indonesia dalam hal infrastruktur transportasi udara,” jelasnya.
Lebih lanjut Awaluddin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, kepada TNI AU, Kementerian Perhubungan dan seluruh pihak sehingga penandatanganan induk antara AP II dan ATS dapat terealisasi. “Kita akan bekerja keras dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Awaluddin menambahkan bahwa seluruh fasilitas sisi udara dan sisi darat di Bandara Halim Perdanakusuma sudah siap untuk melayani penerbangan komersial. “Kementerian Perhubungan melakukan revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma, dan seluruh fasilitas sudah dipersiapkan dengan baik untuk melayani penerbangan komersial mulai 1 September silam,” jelasnya.
AP II selaku pemegang perizinan BUBU mempersiapkan seluruh fasilitas di sisi darat dan sisi udara. Fasilitas-fasilitas tersebut mencakup antara lain fasilitas keamanan dan keselamatan penerbangan; fasilitas elektrikal, mekanikal dan elektronika; fasilitas pelayanan; seluruh fasilitas di terminal penumpang; kemudian runway dan apron berkapasitas 16 lokasi parkir pesawat (parking stand) untuk pesawat berbadan sedang (narrow body) dan 6 parking stand pesawat berbadan lebar (wide body).
Adapun telah dilakukan revitalisasi terminal kedatangan menjadi lebih luas, dari sebelumnya 819,32 meter persegi menjadi 1.194,24 meter persegi dan dilakukan penambahan baggage conveyor belt dari 2 menjadi 3, juga ketersediaan Mushola yang luas.
Di samping itu, layanan ground handling dan Pertamina juga dipastikan siap melayani maskapai komersial. Seluruh fasilitas umum dan komersial penunjang pelayanan bagi penumpang pun telah disiapkan termasuk juga transportasi darat yang terdiri dari operator bus, operator taksi, dan operator kendaraan sewa.
Adapun proses verifikasi terhadap fasilitas di gedung terminal telah dijalankan oleh Kementerian Perhubungan dan selesai Ditindaklanjuti oleh AP II. Koordinasi penuh juga dilakukan dengan seluruh instansi guna aktivasi kembali penerbangan komersial di Bandara Halim Perdanakusuma.
"Koordinasi penuh dilakukan dengan TNI AU dan Kementerian Perhubungan serta stakeholder lainnya antara lain maskapai, AirNav Indonesia dan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Soekarno-Hatta akan saling mendukung dalam memberikan layanan penerbangan bagi masyarakat, guna juga berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi ini.” Terang Awaluddin.
Melalui penerapan konsep multi-airport system, Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Soekarno-Hatta menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor penerbangan nasional. Novrihandri selaku Direktur Utama ATS mengatakan, kolaborasi ATS dan AP II akan memastikan Bandara Halim Perdanakusuma beroperasi dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, pelayanan dan pemenuhan terhadap seluruh regulasi.
“Bandara Halim Perdanakusuma sudah dipersiapkan untuk melayani penerbangan komersial mulai 1 September silam termasuk mendukung Presidensi G20 Indonesia 2022. Kerja sama antara AP II dan ATS dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nusa dan bangsa. ATS sendiri merupakan bagian dari Whitesky Aviation,” ujar Novrihandri. CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja.
Tak hanya itu, Komandan Lanud Bandara Halim Perdanakusuma Marsma TNI Bambang Gunarto mengatakan harapan ke depan adalah operasional penerbangan dan pelayanan di Bandara Halim Perdanakusuma semakin lancar dilandasi kerja sama yang baik.