PT INTI Siap Dukung Digitalisasi Jaringan Gas di Indonesia

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Sabtu, 10 September 2022 | 11:30 WIB
PT INTI Siap Dukung Digitalisasi Jaringan Gas di Indonesia
PT INTI Siap Dukung Digitalisasi Jaringan Gas di Indonesia

Kabar BUMN - PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau dikenal dengan PT INTI siap mendukung penugasan pemerintah pada PT Pertamina Gas Negara terkait digitalisasi pengembangan infrastruktur jaringan gas di Indonesia. Dukungan digitalisasi infrastruktur itu akan direalisasikan melalui produksi Smart Meter Gas.

Edi Witjara selaku Direktur Utama PT INTI mengatakan bahwa secara prinsip, PT INTI dan PT PGN telah menyepakati percepatan produksi, agar pada akhir Desember 2022 infrastruktur jaringan gas telah ter-digitalized. “Kesepakatan strategis ini dieksekusi setelah PT PGN dan PT PGAS Telekomunikasi Nusantara berkunjung langsung ke Fasilitas Produksi PT INTI pada 8 September silam,” terangnya.

Lebih lanjut Edi menuturkan bahwa sebagai bentuk keseriusan sinergi, PGN Group membawa rombongan yang terdiri dari Komisaris PT PGN Warih Sadono, Komisaris PT Pertamina Gas Negara Christian Siboro, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Pertamina Gas Negara Achmad Muchtasyar, Direktur Sales dan Operasi PT Pertamina Gas Negara Faris Aziz, Direktur Utama PT PGAS Telekomunikasi Nusantara Laras Setyo Wibowo, serta sejumlah kepala grup perusahaan.

Dari komunikasi intens yang terjalin, PGN Group mendapatkan pandangan bahwa rekam jejak PT INTI dalam produksi Smart Meter Gas dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40% itu akan menjadi sebuah sinergi yang komprehensif. Apalagi, PT INTI (Persero) memiliki fasilitas produksi Smart Meter Gas dengan kapasitas terpasang sebesar 4.000 unit per bulan, yang masih memberikan ruang eksplorasi untuk peningkatan kapasitas per bulannya.

Selain fasilitas produksi, PT INTI (Persero) pun memiliki fasilitas kalibrasi untuk memastikan akurasi perangkat kalibrasi 12 unit Smart Meter Gas secara bersamaan, untuk menjamin perangkat tersebut telah memenuhi standar internasional. “Sinergi ini memiliki spirit untuk meningkatkan kemandirian kita di bidang teknologi, sekaligus mereduksi angka impor, khususnya pada aspek yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” tutur Edi.

Sementara itu, Achmad Muchtasyar  selaku Direktur Infrastruktur dan Teknologi PT Pertamina Gas Negara menjelaskan, penugasan pemerintah ini membutuhkan sinergi yang komprehensif agar dapat rampung sesuai target sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. “Saat ini, kita masih terlalu banyak menggunakan produk buatan luar negeri. Sehingga kami berharap, kolaborasi ini akan memperkuat spirit untuk mendukung program pemerintah dalam hal pembenahan local content,” papar Achmad.

Perangkat Smart Meter Gas telah memenuhi standarisasi perangkat keras yang mengacu pada International Organization of Legal Metrology (OIML), standarisasi perangkat lunak berbasis Standard Transfer Spesification (STS), integrated tamper and electromagnetic interference protection, dan kapabilitas komunikasi data yang lengkap. Pembangunan jaringan gas rumah tangga merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk diversifikasi energi.

Selain itu juga sebagai bentuk pengurangan subsidi, penyediaan energi bersih dan murah serta program komplementer konversi minyak tanah ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk percepatan pengurangan penggunaan minyak bumi. Saat ini, tercatat sebanyak 30.509 unit perangkat Smart Meter Gas produksi PT INTI telah terpasang untuk mendukung jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah sebagai berikut:

  • Pekanbaru 3270 unit
  • Mojokerto 5101 unit
  • Muara Enim 4785 unit
  • Bontang 8000 unit
  • Pali 4853 unit
  • Samarinda 4500 unit

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini