Kementerian BUMN Jawab Peran PMN untuk Indonesia

Photo Author
Administrator, Kabar BUMN
- Jumat, 30 September 2022 | 10:09 WIB
Kementerian BUMN Jawab Peran PMN untuk Negeri
Kementerian BUMN Jawab Peran PMN untuk Negeri

Kabar BUMN - Kontribusi BUMN terhadap negara terlihat secara signifikan dalam bentuk dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan pajak dengan total sebesar Rp4.013 triliun dalam 10 tahun terakhir. Pada periode yang sama, total besaran Penyertaan Modal Negara (PMN) adalah Rp269 triliun atau hanya 6,7% dari total kontribusi BUMN kepada negara.

Terkait hal ini, Kementerian BUMN menargetkan untuk menyeimbangkan jumlah dividen yang disetor oleh BUMN dengan jumlah PMN yang diterima selama kurun waktu 2021–2024. Arya Sinulingga selaku Staf Khusus III Menteri BUMN dalam acara Ngopi BUMN bertema “PMN BUMN untuk Apa Sih?” pada 29 September 2022, menjawab manfaat PMN dan penggunaan PMN selama ini.

Dalam acara ini, turut hadir pula direksi dari PLN, Hutama Karya, dan Indonesia Financial Group (IFG) sebagai narasumber. Untuk menjawab isu yang beredar di masyarakat yang menyebutkan bahwa PMN yang diberikan kepada BUMN disebabkan BUMN tersebut merugi. Padahal, Arya menekankan, PMN diberikan kepada BUMN semata-mata dalam rangka penugasan dari Pemerintah yang tak lain merupakan pemilik modal.

“Tiga tahun ini Pak Erick Thohir sudah banyak mengubah pola di PMN, PMN hanya dilakukan kalau memang berhubungan dengan penugasan atau misalnya BUMN tersebut melakukan aksi korporasi untuk pengembangan usaha. PMN sebagai bentuk penugasan kepada BUMN dari pemilik modal juga berkaitan dengan salah satu tugas BUMN, yakni membuka market baru yang belum dimasuki oleh pemain swasta,” terang Arya.

Arya menambahkan, tugas BUMN tidak hanya mencari keuntungan saja, melainkan membuka market baru atau ruang-ruang yang belum ada pemain yang masuk. “Ketika marketnya belum ada yang masuk, maka BUMN bertugas masuk ke sana. Disanalah pemilik modal menugaskan BUMN tersebut untuk mengerjakan pekerjaan yang tidak dikerjakan pemain swasta,” tambahnya.

Sebagaimana disampaikan Arya Sinulingga, di tahun 2023 BUMN menerima PMN total Rp41,31 triliun dengan rincian sebagai berikut:

  1. Hutama Karya sejumlah Rp28,9 triliun untuk penugasan Jalan Tol Trans Sumatera;
  2. PLN sejumlah Rp10 triliun untuk penugasan jaringan listrik dan listrik desa;
  3. Defend ID sejumlah Rp1,75 triliun untuk pengembangan kapasitas dan fasilitas produksi radar, pesawat, dan amunisi;
  4. Airnav sejumlah Rp0,66 triliun untuk pembaharuan alat di Airnav.

Adi Priyanto selaku Direktur Distribusi PLN menjelaskan bahwa dalam upaya menerangi pelosok negeri, PLN memerlukan PMN yang akan meningkatkan elektrifikasi dan mewujudkan keadilan energi. “Infrastruktur ketenagalistrikan yang digunakan untuk melayani daerah-daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) membutuhkan biaya investasi per pelanggan yang sangat tinggi, yaitu Rp25 juta sampai Rp45 juta per pelanggan. Sementara untuk melistriki pelanggan di daerah non 3T investasinya sekitar Rp 1-2 juta. Meski investasinya lebih tinggi berkali lipat tapi pemerintah melalui PLN berkomitmen untuk melistriki seluruh penjuru negeri,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Budi Harto selaku Direktur Utama Hutama Karya menjelaskan, PMN Hutama Karya tahun 2023 sejumlah Rp28,9 Triliun yang disetujui sebelumnya dalam UU APBN 2022 diperuntukkan dalam pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) tahap I untuk 8 ruas prioritas dan dimulainya tahap II. “PMN tersebut akan kami gunakan untuk menyelesaikan pembangunan ruas tol Binjai-Langsa (Seksi Binjai-Pangkalan Brandan), ruas tol Sp Indralaya-Muara Enim (Seksi Sp Indralaya-Prabumulih), dan lainnya,” tutur Budi.

Sementara dana PMN yang diberikan kepada IFG sebesar  Rp6 triliun, dijelaskan oleh Pantro Pander Silitonga selaku Direktur Bisnis IFG. Menurutnya, hal ini mempertimbangkan peran signifikan dua anggota BUMN holding Perasuransian, Penjaminan, dan Investasi tersebut, yaitu PT Askrindo dan PT Jamkrindo dalam perannya untuk menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui KUR kepada pelaku UMKM.

”Rencana penambahan PMN sebesar Rp6 triliun kepada IFG untuk tahun anggaran 2023 kami gunakan dalam rangka optimalisasi dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) khususnya pemberdayaan dan penguatan UMKM melalui program pemerintah yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) pasca terdampak Pandemi COVID-19. PMN melalui PT Jamkrindo dan PT Askrindo ini sekaligus untuk menjaga agar gearing ratio-nya terjaga pada level sehat yaitu di bawah 20 kali sehingga dapat menjaga kesehatan keuangannya dan sustainable (berkelanjutan) dalam memberikan penjaminan,” ungkap Pantro.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Terkini