Sehingga potensi agrikultur di wilayah tersebut mampu mendorong terciptanya swasembada pangan secara berkelanjutan sebagai nilai tambah dalam mewujudkan ekonomi sirkular bidang pertanian.
"Melalui inisiatif ini, kita tidak hanya mendukung kesejahteraan petani tetapi juga berkontribusi pada perbaikan kualitas lahan dan tanaman, sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan melalui pengelolaan pertanian yang lebih ramah lingkungan," papar Sugeng.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan, Uswatul Hasanah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pupuk Kaltim melalui gagasan PKT BISA yang telah berjalan satu tahun terakhir.
Hasil pendampingan program mulai diimplementasikan masyarakat sesuai pengetahuan yang diberikan.
Saat ini Babadan Makmur memiliki fasilitas seperti gudang olahan kompos dan penggunaan pupuk organik yang mulai dikembangkan. Hasilnya menunjukkan dampak positif pada lahan dan tanaman.
"Pendampingan Pupuk Kaltim sangat membantu petani Babadan. Baik dalam perbaikan kualitas lahan maupun hasil pertanian yang optimis mampu kita tingkatkan," ujar Uswatul Hasanah.
Menurutnya, petani tidak harus selalu bergantung pada pupuk subsidi untuk meningkatkan produktivitas, tetapi inovasi seperti program PKT BISA ini bisa dimaksimalkan. Terlebih bahan baku yang tersedia dapat digunakan sebagai pupuk organik.
Baca Juga: Tidak Perlu Bayar Sepeserpun, Tempat-tempat Wisata di Singapura Ini Tiket Masuknya Gratis
"Minimal kebutuhan kelompok bisa tercukupi dulu, baru kemudian kita kembangkan produksinya secara masif."
"Apalagi jika izin edar sudah keluar, Babadan Makmur bisa menjadi pionir produsen pupuk organik di Kabupaten Magetan," ungkapnya.
Ia berharap pengetahuan yang didapat anggota kelompok dari pendampingan PKT BISA dapat ditularkan kepada petani lain di Magetan.
Sehingga produktivitas pertanian dan keberlanjutan lahan dalam jangka panjang dapat dipertahankan, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara merata.
"Pendampingan Pupuk Kaltim yang sejauh ini dilakukan sangat positif, sehingga produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan, termasuk dampak ekonominya bagi masyarakat melalui pembinaan PKT BISA," pungkas Uswatul Hasanah.***
Artikel Terkait
Pupuk Kaltim Edukasi Siswa SDN 007 Guntung tentang Kesiapsiagaan Bencana
Pupuk Kaltim Sabet 2 Penghargaan IRCA 2024: Bukti Komitmen Patuh Regulasi dan Terapkan GCG
Berkah Idul Adha, Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Kesehatan dan Kurban Total Rp1,3 Miliar
Selamat! Pupuk Kaltim Kembali Raih Properda Emas ke-9 di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Komitmen Atasi Stunting, Pupuk Kaltim Perluas Program Pedalgas di Bontang Utara