PT TWC dan Bank Jateng Majukan UMKM Kampung Seni di Borobudur

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Minggu, 7 Juli 2024 | 20:30 WIB
PT TWC dan Bank Jateng berkolaborasi untuk memajukan UMKM di Kampung Seni Borobudur. (Dok. InJourney)
PT TWC dan Bank Jateng berkolaborasi untuk memajukan UMKM di Kampung Seni Borobudur. (Dok. InJourney)

"Dari sisi permodalan jika memang memungkinkan para pedagang dapat mengajukan kredit khususnya program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” jelasnya.

Baca Juga: Loker Magang BUMN di PT Sucofindo untuk Bulan Juli 2024, Simak Rinciannya!

Pada kesempatan ini, Bank Jateng memberikan pembiayaan KUR Super Mikro secara simbolis sebesar Rp40 juta kepada empat pedagang di Kampung Seni Borobudur Dusun Kujon, masing-masing mendapatkan Rp10 juta.

Untuk mendukung implementasi Non-Cash Transaction (NCT) di wilayah operasional PT TWC, Bank Jateng juga menghadirkan layanan QRIS Merchant dan program tebus murah satu liter minyak goreng seharga satu rupiah menggunakan QRIS di Bima Mobile Bank Jateng bagi pedagang peserta pelatihan MBG.

Direktur Operasi dan Layanan PT TWC, Mardijono Nugroho, menyambut baik kerjasama ini.

Baca Juga: Berpartisipasi dalam Aksi Bersih-bersih Sungai Subang, DAHANA Kirim Pasukan dan Peralatan Kebersihan

Ia mengatakan bahwa kerjasama ini sejalan dengan tagline TWC “Percaya”, yang berarti TWC harus mampu mendapatkan kepercayaan dari masyarakat atau pengunjung.

“Termasuk juga bank harus memiliki tagline percaya itu, sehingga nasabah dan masyarakat percaya dengan bank."

"TWC di sini bertugas memfasilitasi semua yang ada di kawasan baik kerja sama maupun yang lain,” tuturnya.

Baca Juga: BUMN ANTARA Buka Lowongan Magang Sampai 10 Juli 2024, Ada Posisi Pengembangan Portal dan Video Editor Social Media

Pj. Bupati Magelang, Sepyo Achanto, juga memberikan apresiasi dan berharap kerjasama ini terus meningkat dan membawa kebaikan, khususnya untuk UMKM.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk masa depan.Pelaku UMKM harus siap dengan sistem pembayaran nirtunai atau cashless, salah satunya melalui QRIS, karena ini akan menjadi kebiasaan di masa depan."

"Kita bisa berwisata tanpa membawa dompet, cukup lewat HP saja,” katanya.

Baca Juga: Sambut Kunjungan UGM, PT PAL Jalin Kerja Sama dengan Instansi Pendidikan untuk Dorong Inovasi Teknologi Maritim

Sepyo menambahkan bahwa harus ada koneksi dan sinergi yang baik antara destinasi wisata dan UMKM. Dengan demikian, akan tercipta interaksi antara wisatawan dan produk yang dijual oleh UMKM atau pedagang kaki lima.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Sumber: injourneydestination.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini