Pantai Nyiur Melambai Dihijaukan dengan 2500 Pohon Mangrove Oleh PT Timah dan Karang Taruna Gemilang

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Minggu, 21 Juli 2024 | 19:00 WIB
PT Timah bersama Karang Taruna Gemilang menanam 2500 pohon mangrove di Pantai Nyiur Melambai, Kamis (18/07/2024). (timah.com)
PT Timah bersama Karang Taruna Gemilang menanam 2500 pohon mangrove di Pantai Nyiur Melambai, Kamis (18/07/2024). (timah.com)

Kabar BUMN PT Timah mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) dengan melakukan pelestarian dan penanaman pohon mangrove di wilayah operasional perusahaan.

Penanaman mangrove ini telah dilakukan bekerja sama dengan Karang Taruna Gemilang, Desa Lalang, Kabupaten Belitung Timur pada Kamis (18/7/2024).

Sebanyak 2500 pohon mangrove ditanam di kawasan Pantai Nyiur Melambai.

Baca Juga: Cara Mengecek Status Penerima PIP Kemdikbud 2024 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA di Laman Sipintar pip.kemdikbud.go.id

Apriadi Nur Putra, Ketua Karang Taruna Gemilang, merasa bersyukur atas terlaksananya kegiatan penanaman ini karena merupakan salah satu program kerja dari Karang Taruna Gemilang.

Berbagai organisasi kepemudaan di Belitung Timur juga dilibatkan dalam kegiatan ini.

“Hari ini kita melakukan kegiatan penanaman mangrove, dan alhamdullilah dukungan dari PT Timah sangat luar biasa dalam kegiatan ini. Selain itu, ini juga merupakan program dari Karang Taruna," katanya.

Baca Juga: Jakarta Electric PLN Raih Runner Up Proliga 2024 Setelah Pertarungan Ketat Melawan BIN

Adapun tujuan dari penanaman mangrove ini, lanjut Apriadi, untuk menjaga ekosistem di lingkungan Pantai Nyiur Melambai.

Selain itu, penanaman ini juga sebagai upaya untuk mengedukasi rasa cinta para pemuda terhadap lingkungan terutama menjaga ekosistem mangrove.

“Pada kegiatan hari ini, kita menanam sebanyak 2500 pohon mangrove, dengan melibatkan Karang Taruna, Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten, OPD dan teman-teman dari Pramuka," katanya.

Baca Juga: Lulusan SMA Juga Bisa Bergaji Tinggi, Ini Dia Pekerjaan-pekerjaan dengan Bayaran Mahal yang Tidak Memerlukan Gelar Sarjana

Apriadi berharap kolaborasi bersama PT Timah dapat terus berlanjut di masa depan.

Pasalnya, kawasan penanaman mangrove ini direncanakan menjadi lokasi budidaya kepiting rajungan. Dengan demikian, hal ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: timah.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini