KAI Sediakan Rumah Singgah di Dekat Stasiun Terpencil untuk Keselamatan dan Kesejahteraan Pegawai

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 1 September 2024 | 13:30 WIB
Rumah singgah yang disediakan untuk karyawan KAI yang bertugas di stasiun terpencil. (kai.id)
Rumah singgah yang disediakan untuk karyawan KAI yang bertugas di stasiun terpencil. (kai.id)

Kabar BUMN - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus berupaya meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan pekerjanya dengan membangun rumah singgah di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Rumah singgah ini dirancang sebagai tempat istirahat bagi pegawai operasional yang bertugas di stasiun-stasiun terpencil, sehingga mereka tidak perlu pulang larut malam.

"Kami memahami bahwa pekerja adalah aset terpenting perusahaan.

Baca Juga: KAI Jawab Kebutuhan Penumpang, Jam Operasional LRT Jabodebek Kini Lebih Panjang

"Di Sumatera Bagian Selatan, terdapat sejumlah stasiun yang terletak di daerah terpencil, bahkan di tengah hutan, yang sulit dijangkau," kata Anne Purba, Vice President Public Relations KAI, seperti dikutip KabarBUMN.com dari kai.id, Minggu (1/9/2024).

"Jika pegawai kami harus pulang di malam hari, ada risiko besar mereka bertemu dengan binatang buas atau menghadapi potensi kejahatan lainnya yang bisa mengancam keselamatan," imbuhnya.

Anne menambahkan, fasilitas rumah singgah ini dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi para pekerja, sehingga mereka dapat fokus penuh dalam melayani pelanggan dan menjalankan operasional kereta api.

Baca Juga: KAI Hentikan Operasional KA Baturraden Ekspres Per 1 September 2024, Ini Alternatif KA Relasi Bandung - Purwokerto PP Lainnya

Kenyamanan ini, menurutnya, akan berkontribusi pada peningkatan keselamatan perjalanan kereta api.

Hingga kini, KAI telah membangun 9 rumah singgah di wilayah Divisi Regional III Palembang dan 12 rumah singgah di Divisi Regional IV Tanjungkarang.

Setiap rumah singgah dilengkapi dengan fasilitas modern seperti AC, dapur, kamar tidur lengkap, kamar mandi, TV, sofa, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga: Per 1 September 2024, KAI Kembali Operasikan KA Mutiara Timur Relasi Ketapang - Surabaya Pasar Turi PP, Berikut Jadwal Perjalanannya

Rumah singgah ini didesain dengan arsitektur yang mengadopsi gaya Rumah Adat Sumatera Selatan, yaitu Rumah Limas, dan dibangun dengan gaya panggung menggunakan kayu jati berkualitas tinggi.

"Rumah singgah ini didirikan di lahan milik KAI yang berada di dekat stasiun-stasiun terpencil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: Kai.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini