"Dimulai dari pemetaan proses bisnis yang mengacu pada visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan,” tambah Pramusti Indrascaryo.
Metode WLA sendiri adalah teknik analisis yang bertujuan menentukan jumlah tenaga kerja optimal berdasarkan beban kerja yang ada di setiap divisi.
Dengan mengimplementasikan analisis WLA, PT PAL Indonesia berharap dapat membentuk struktur sumber daya manusia yang lebih efisien dan produktif.
Hal ini selaras dengan tujuan perusahaan yang berorientasi pada profitabilitas.
Baca Juga: Patuhi Kemenhub, ASDP Batal Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan Ekonomi di 27 Lintasan
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menciptakan keselarasan antara sumber daya manusia dan proses bisnis di perusahaan.
Melalui pemetaan proses bisnis berdasarkan visi, misi, dan nilai perusahaan, peserta juga diajarkan untuk memahami konsep input-process-output sebagai dasar dalam analisis beban kerja.***
Artikel Terkait
Prancis Yakin PT PAL Indonesia Mampu Bangun Kapal Selam Berteknologi Tinggi
CEO PT PAL Dorong Transformasi Digital dalam Industri Maritim di Hadapan Peserta PPRA LXVII Lemhannas
Solusi Energi Andal untuk Timur Indonesia: BMPP Nusantara II Karya PT PAL Resmi Hadir di Kolaka
BMPP Nusantara II: Pembangkit Listrik Apung Buatan PT PAL Indonesia Hadir di Kolaka
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Buatan PT PAL Sukses Jalankan Misi Kemanusiaan di Solomon Islands, Perkuat Diplomasi Indonesia di Pasifik