PT Wijaya Karya (WIKA) Catatkan Peningkatan Efisiensi dan Profitabilitas di Tengah Tantangan Infrastruktur

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 3 November 2024 | 19:00 WIB
WIKA Gedung  (wikagedung.co.id)
WIKA Gedung (wikagedung.co.id)

Kabar BUMN - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan peningkatan kinerja finansial pada kuartal III-2024 di tengah berbagai tantangan di sektor infrastruktur.

Hingga 30 September 2024, WIKA berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp12,55 triliun dengan tingkat produksi (burn rate) mencapai 34,3% dari kontrak berjalan.

Pendapatan ini didominasi oleh segmen infrastruktur dan gedung, industri, EPC, dan properti.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan 2 Proyek WIKA, Wujudkan Peningkatan Kualitas Infrastruktur di Jawa Timur

Pendapatan WIKA tersebut menghasilkan laba kotor sebesar Rp1,06 triliun dengan Gross Profit Margin (GPM) mencapai 8,4%, meningkat dari 8,1% pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini mengindikasikan eksekusi proyek yang semakin baik, terutama pada lini bisnis utama WIKA seperti infrastruktur, gedung, dan EPC yang mengalami kenaikan rata-rata 0,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, WIKA juga mencatatkan peningkatan signifikan pada laba usaha yang mencapai Rp839,75 miliar, naik 55,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Terinspirasi dari Cakar Ayam, WIKA Berinovasi pada Proyek RE-MWRD di Tengah Kondisi Tanah yang Menantang

Operating Profit Margin (OPM) Perseroan pun menunjukkan tren positif dengan kenaikan yang konsisten.

Dalam upaya memperkuat kondisi keuangan, WIKA berhasil memperbaiki kolektabilitas piutang hingga 30,4%, dari Rp9,50 triliun pada September 2023 menjadi Rp6,61 triliun pada 2024.

Selain itu, WIKA juga fokus mengurangi utang usaha, tercatat menurun hingga 50,7% dibandingkan periode sebelumnya, yang menunjukkan manajemen keuangan yang lebih stabil.

Baca Juga: WIKA Bangun Jaringan Perpipaan Air Limbah Zona 1 dan Zona 3 KIPP IKN dengan Nilai Kontrak Rp435 M

Arus kas operasi Perseroan pun mengalami perbaikan signifikan, melonjak 86,9% dari -Rp1,67 triliun menjadi -Rp218,94 miliar di kuartal III-2024.

Perbaikan arus kas ini merupakan hasil transformasi yang berfokus pada peningkatan likuiditas sebagai langkah memperkuat kesehatan finansial.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: wika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini