Kimia Farma Sabet Penghargaan Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2024

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 29 November 2024 | 09:30 WIB
Kimia Farma meraih penghargaan di KIJB 2024 dengan inovasi JABAR BEDAS dan SEIKAT RANTING, memberikan solusi bagi HIV/AIDS dan stunting di Jawa Barat. (Dok. Kimia Farma)
Kimia Farma meraih penghargaan di KIJB 2024 dengan inovasi JABAR BEDAS dan SEIKAT RANTING, memberikan solusi bagi HIV/AIDS dan stunting di Jawa Barat. (Dok. Kimia Farma)

Kabar BUMN - PT Kimia Farma Tbk kembali menorehkan prestasi gemilang dengan menerima penghargaan dalam ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) 2024.

Acara yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat ini berlangsung pada Kamis, 21 November 2024, di Bandung.

Penghargaan diberikan langsung oleh Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Triadi Machmudin, kepada Jasmine K. Karsono, Direktur Portofolio, Produk, dan Layanan Kimia Farma.

Baca Juga: Daftar Lowongan Magang BUMN di PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Simak Kualifikasinya!

Kimia Farma berhasil mencuri perhatian dengan dua program inovatifnya di bidang kesehatan, yakni JABAR BEDAS (Jawa Barat Bebas dari HIV/AIDS) dan SEIKAT RANTING (Sebuah Inovasi Makanan Sehat Taburan Anti Stunting) – New Taburia.

Kedua program ini dirancang untuk mengatasi permasalahan kesehatan mendesak di Jawa Barat, yaitu tingginya prevalensi kasus HIV/AIDS dan stunting.

“Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan bagi Kimia Farma."

Baca Juga: PHR Terima 27 Sertifikat Lahan Hulu Migas, Mantapkan Operasional untuk Ketahanan Energi

"Perusahaan senantiasa mendorong inovasi-inovasi di bidang kesehatan, sehingga dapat memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Jasmine dengan penuh rasa syukur.

Program JABAR BEDAS meraih posisi tiga besar untuk kategori BUMN/BUMD berkat pendekatan komprehensifnya.

Program ini meliputi upaya preventif dengan deteksi dini melalui kifatest, alat rapid test HIV lokal dengan sensitivitas dan spesifisitas 100% sesuai standar WHO.

Baca Juga: Loker PT MUM di Bandung: Usia 28 Tahun Bisa Melamar, Diutamakan Belum Menikah

Selain itu, program ini juga mencakup upaya kuratif melalui tablet fix dose Combination Antiretroviral (ARV) yang memadukan tiga zat aktif, yakni Efavirenz, Lamivudine, dan Tenofovir (ELT).

Produk ini menggunakan bahan baku lokal, menjadikannya inovasi pertama di Indonesia.

Dengan hanya satu tablet per hari, pasien dapat lebih mudah menjalani pengobatan, meningkatkan kepatuhan, dan kualitas hidup mereka.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini