Direktur Keuangan SGN, Hariyanto, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan lanjutan dari kemitraan yang telah terjalin sejak 2022.
Baca Juga: BNI Kembali Raih Predikat The Best Overall in Corporate Governance
Ia menegaskan bahwa 85% bahan baku gula nasional berasal dari petani, sehingga pemberdayaan dan dukungan terhadap petani menjadi elemen vital untuk mencapai swasembada gula.
"Ekosistem yang mendukung petani tebu adalah kunci utama.
"Dengan penyaluran KUR dan BWU, kami ingin memastikan petani mendapatkan manfaat langsung, baik dari segi pembiayaan maupun pendampingan," jelas Hariyanto.
Baca Juga: BNI Gandeng Fintech Lending Perluas Akses Pembiayaan bagi UMKM
Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tebu.
"Pada akhirnya, petani yang lebih sejahtera akan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," imbuhnya.
Kolaborasi antara BNI dan SGN ini tidak hanya bertujuan untuk merealisasikan swasembada gula konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari visi besar Indonesia untuk menjadi negara yang berdaulat di sektor pangan.
Baca Juga: BNI Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia Fintech Summit & Expo 2024
Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, milestone menuju swasembada gula nasional pada 2028 kini semakin dekat.
Langkah sinergis ini menunjukkan bagaimana sektor keuangan dan industri dapat bekerja bersama menciptakan dampak nyata bagi pembangunan nasional, terutama dalam memastikan kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.***
Artikel Terkait
BNI Gandeng Fintech Lending Perluas Akses Pembiayaan bagi UMKM
BNI Kembali Raih Predikat The Best Overall in Corporate Governance
Kartu Kredit BNI Mastercard World Hadir dengan Desain Baru, Dirancang Khusus untuk Menunjang Travel dan Gaya Hidup Sehat
Rekrutmen Bina BNI Teller Masih Dibuka, Siap Ditempatkan di BNI Kantor Wilayah 06
Hadirkan Layanan Prima di Kancah Global, BNI Raih 2 Penghargaan di Ajang Corporate Treasure Awards 2024