BMPP akan dioperasikan selama 12 jam nonstop dengan enam mesin pembangkit untuk menguji keandalan dan efisiensi sistem.
3. Persiapan Evakuasi Daya:
Pembangunan menara gantry 150 KV dilakukan untuk menghubungkan BMPP dengan gardu induk PLN.
Baca Juga: PT PAL Indonesia Perkuat Narasi Kota Maritim Lewat PRWP Vol. 2
Hal ini memastikan daya yang dihasilkan dapat disalurkan ke jaringan distribusi listrik.
Edi menambahkan bahwa setelah seluruh tahapan persiapan selesai dan BMPP Nusantara II dinyatakan layak beroperasi, pembangkit listrik ini akan diserahkan kepada PLN.
“Target jangka pendeknya adalah memastikan ketersediaan listrik saat Nataru berjalan lancar,” tegasnya.
BMPP Nusantara II dilengkapi dengan teknologi dual fuel canggih yang terdiri dari enam mesin 20V34DF.
Mesin ini mampu beroperasi menggunakan Bahan Bakar Diesel maupun Liquefied Natural Gas (LNG).
Kombinasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membantu mengurangi emisi gas buang, menjadikannya lebih ramah lingkungan.
Melalui pembangunan BMPP Nusantara II, PT PAL Indonesia menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi energi inovatif dan berkelanjutan.
Langkah ini selaras dengan visi besar Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk menjadikan Indonesia mandiri di sektor pangan dan energi.
Dengan upaya percepatan ini, BMPP Nusantara II diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik yang meningkat selama momen libur akhir tahun, sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk pasokan listrik di wilayah-wilayah terpencil.***
Artikel Terkait
Gandeng BNPT, PT PAL Indonesia Proaktif Cegah Penyebaran Paham Radikalisme di Lingkungan Kerja
PT PAL Indonesia Perkuat Narasi Kota Maritim Lewat PRWP Vol. 2
PT PAL Indonesia: Mitra Strategis TNI AL dalam Modernisasi Alutsista
PT PAL Indonesia Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Maritim Terdepan
Jelang Pensiun 2026, PT PAL Indonesia Beri Pembekalan 53 Karyawan