Komitmen MIND ID Optimalkan Manfaat Mineral dalam Ekosistem Energi Bersih di Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 27 Desember 2024 | 11:00 WIB
BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID berkomitmen untuk memperkuat nilai manfaat mineral strategis guna mendukung pengembangan ekosistem industri energi bersih di Indonesia. (DOK. MIND ID)
BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID berkomitmen untuk memperkuat nilai manfaat mineral strategis guna mendukung pengembangan ekosistem industri energi bersih di Indonesia. (DOK. MIND ID)

Kabar BUMN - Kekayaan sumber daya mineral Indonesia yang besar menjadi modal BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID mengembangkan energi terbarukan dan transisi menuju ekonomi rendah karbon di masa depan.

Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf menjelaskan, komoditas seperti tembaga, aluminium, nikel, mangan, kobalt, hingga timah adalah bahan baku krusial bagi pengembangan teknologi energi bersih.

Dalam pengembangan industri solar panel, Heri menjelaskan, Indonesia telah mampu memproduksi perovskite solar cell—turunan mineral timah—yang memiliki kemampuan penyerapan spektrum cahaya lebih baik dibandingkan sel silikon konvensional.

Baca Juga: Upaya dan Komitmen MIND ID dalam Terapkan Transformasi Inovasi Sosial untuk Keberlanjutan

Untuk sektor pembangkit listrik, mineral seperti aluminium, nikel, dan baja menjadi bahan utama dalam pembuatan rangka dan mesin, baik Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) maupun Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB).

Di sektor hilir, Heri menyampaikan, Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan industri kendaraan listrik (EV) yang didukung oleh basis pasar domestik yang besar.

Komoditas seperti aluminium, nikel, karbon, tembaga, hingga timah menjadi mineral utama untuk mendukung terbentuknya ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia.

Baca Juga: Bagian dari Kontribusi Terhadap Penguatan Ekonomi Masyarakat, MIND ID Perkuat 180 UMKM Naik Kelas

“Dengan memanfaatkan seluruh mineral strategis ini secara optimal, Indonesia tidak hanya mampu menurunkan emisi karbon, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif, serta meningkatkan daya saing di pasar global,” tutup Heri.

Heri menambahkan bahwa MIND ID bersama anggota holding, yang terdiri dari PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk, berkomitmen menekan jejak karbon hingga 16% pada tahun 2030.

Upaya ini diwujudkan melalui program transisi energi untuk menciptakan operasional yang lebih rendah karbon.

Baca Juga: Kuartal III 2024, Kinerja Keuangan Grup MIND ID Melebihi Capaian Tahun Lalu

Salah satu contohnya adalah INALUM yang mengoperasikan tiga bendungan dan dua PLTA—Bendungan Siguragura, Bendungan Tangga, dan Bendungan Pengatur—serta PLTA Siguragura dan PLTA Tangga di Sungai Asahan untuk mendukung produksi aluminium.

Selanjutnya, Vale Indonesia juga mengoperasikan tiga PLTA untuk memasok energi ke fasilitas produksi nikelnya di Sorowako.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini